Konsorsium BUMN Launching De Tjolomadoe

    


Keterangan foto: Para direksi konsorsium BUMN saat melaunching De Tjolomadoe di bekas bangunan pabrik gula./ Foto: koranjuri.com

KORANJURI.COM- Seakan tak percaya dengan pemandangan bekas pabrik gula Colomadu Karanganyar yang sekarang telah berubah total 360 derajat. PG Colomadu yang pernah di bangun pada tahun 1861 oleh Mangkenagara IV sekarang tampak megah dengan wajah baru De Tjolomadu.

Setelah dikelola PTPN IX di tahun 1996, dua tahun kemudian pabrik.gula Colomadu mulai berhenti beroperasi.

Oleh Kementrian BUMN, ex PG Colomadu yang mangkrak lantas di optimalisasi dengan membentuk konsorsium bernama PT Sinergi Colomadu yang didalamnya berisi badan usaha negara diantaranya, PT.PP ( Persero ) Tbk, PT.PP Properti Tbk, PT Taman wisata candi Prambanan, Borobudur dan Prabu Boko ( Persero ), serta Jasa Marga Properti.

Setelah Feasebility study dilakukan serta merujuk kajian highest and best use oleh konsultan Independen, PT PP ( Persero Tbk ) bersama BUMN bersinergi melakukan investasi dan revitalisasi tahap I ex PG Colomadu, dengan luas bangunan 1,3ha di atas lahan 6,4ha.

“Dengan tetap mempertahankan nilai kekayaan historical yang ada memjadi venue bernilai sejarah dan manfaat komersial ” kata Tumiyana, Presiden Director PT PP ( persero ) Tbk, saat melaunching De Tjolomadoe di gedung bekas pabrik gula ( 28/2/18 )

Sebelumnya pada 8 April 2017 Menteri BUMN Rini Sumarno mengawali peletakan batu pertama revitalisasi ex PG Colomadu bersama para direksi BUMN, Kementrian BUMN beserta Muspida Karanganyar dan Surakarta.

” Konstruksi revitalisasi mengikuti kaidah cagar budaya, serta tetap mempertahankan nilai arsitektur awal. ‘ Imbuh Presdir PP persero.Tbk dalam keteranganya.

Disampaikan Tumiyana, pihaknya melakukan kajian bersama UNS memyoal struktur bangunan dengan mentransfer beam untuk memperkokoh bangunan.

” Bangunan ex pabrik gula secuilpun tidak ada yang di bongkar tetapi di re painting. Stasiun masakan yang dulunya di pakai saat pabrik masih betoperasi sekarang di gunakan sebagai concert hall ‘ Terangnya

Sehingga nantinya kawasan tersebut bisa di manfaatkan sebagai ruang komersial yang menyampaikan pesan sejarah dan bisa dinikmati oleh masyarakat’ pungkasnya/jk