KONI Bali Petakan Strategi di PON Papua Nanti, 5 Daerah Ini Jadi Pesaing

    


Foto bersma jajaran petinggi pengurus KONI Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – KONI Bali mulai memetakan strategi untuk menghadapi PON XX/2021 di Papua mendatang. 5 provinsi yang disebutkan bakal menjadi pesaing kontingen Bali dalam pertaruhan posisi di PON yang digelar di Tanah Papua pada Oktober tahun depan.

Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, Senin (28/12/2020) di Denpasar menjelaskan, bahwa lima provinsi yang dimaksud adalah, Jawa Tengah, Banten, Riau, Kalimantan Timur dan tentu saja tuan rumah Papua.

“Terutama Papua. Kami dari KONI Bali sudah memetakan peluang mereka. Paling tidak mereka bisa mendobrak ke 3 atau 4 besar. Ditambah gengsi mereka menjadi tuan rumah. Saya dengar juga infonya banyak atlet provinsi lain yang pindah kesana demi PON nanti,” ungkap Suwandi.

Alasan kelima provinsi itu disebutkan, menjadi pesaing karena di edisi PON XIX/2016 di Jawa Barat, posisi Bali yang berada di 6 besar dipepet oleh kelima provinsi itu dengan perolehan medali yang tidak terpaut terlalu jauh.

Sekadar catatan, Bali di PON 2016 mendapat 20 medali emas, 21 perak dan 35 perunggu. Kemudian Kalimantan Timur yang berada satu strip di atas Bali (posisi 5) meraih 25 emas, 41 perak dan 72 perunggu. Kemudian provinsi di bawah Bali (posisi 7) ada Riau dengan 18 emas, 26 perak dan 27 perunggu. Lanjut posisi 8 ada provinsi Papua dengan 18 emas, 18 perak dan 32 perunggu. Lalu, Banten di posisi 13 dengan 11 emas, 10 perak dan 26 perunggu.

“Kenapa Banten kami masukkan ke dalam pesaing, karena prediksi kami banyak limpahan atlet-atlet DKI Jakarta yang bisa saja mutasi ke Banten. Apalagi dengan cabor-cabor yang dipertandingkan sekarang ini yang berpotensi disabet oleh Banten,” kata Suwandi.

Bahkan, potensi rival sudah dipetakan dengan sangat rinci oleh KONI Bali, terutama dari cabang olahraganya.

Jawa Tengah diprediksi berpotensi di 21 cabang olahraga. Kalimantan Timur di 20 cabor, Riau 17 cabor, Banten 14 cabor. Dan Papua di sebagian besar cabor, karena kebijakan tuan rumah untuk mempertandingkan nomor mana saja di PON yang dianggap dapat mendongkrak raihan emas.

“Masih ada waktu sekitar 10 bulan untuk menyiapkan para patriot terbaik Bali. Di bulan Februari mendatang, program kepelatihan langsung di tancap gas,” tegas mantan Ketua KONI Badung ini.

Soal anggaran untuk menghadapi PON nanti, KONI Bali sebelumnya mengajukan senilai Rp 80 miliar. Namun yang disetujui Rp 39 miliar, diluar bonus nantinya. (Yan Daulaka)