Komunitas Sandal ‘Sterilkan’ Ponpes An Nawawi Berjan

    


Komunitas Sandal (Santri Dalan), saat melakukan penyemprotan disinfektan di MA An Nawawi, Berjan, Purworejo, Minggu (19/07/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Komunitas Sandal (Santri Dalan), lakukan penyemprotan disinfektan pada lingkungan Ponpes An Nawawi, Berjan, Purworejo, Minggu (19/07/2020). Dibawah pimpinan Nurul Huda, Komunitas Sandal ini melakukan kegiatan sosialnya.

Dengan menurunkan 30 anggotanya, Komunitas Sandal yang berkantor pusat di jalan Pleburan, Kota Semarang ini, menyemprot semua bagian-bagian yang ada di lingkungan Ponpes An Nawawi, seperti asrama, STAI An Nawawi, MA An Nawawi, maupun lainnya.

“Kegiatan ini bernama Sandal Peduli Pesantren. Pada masa-masa pandemi ini, kita menyemprot disinfektan pada titik-titik keramaian, yang rawan terjangkitnya Covid-19, seperti pasar, sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren,” ujar Gus Huda, nama akrab panggilan Nurul Huda, pengasuh Komunitas Sandal.

Dijelaskan oleh Gus Huda, bakti sosial penyemprotan massal selama ini dilakukan di daerah Kendal, Semarang, dan Mranggen. Dan baru kali ini, masuk ke Purworejo, tepatnya di Ponpes An Nawawi, Berjan, setelah mendapat ijin dari KH Achmad Chalwani, selaku Pengasuh Ponpes An Nawawi, Berjan.

Lebih lanjut Gus Huda menjelaskan,
bahwa Komunitas Sandal dibentuk untuk mewadahi orang-orang yang tak pernah mengaji di pesantren atau madrasah, tapi punya keinginan memiliki pendidikan santri.

“Kata Gus Mus, yang namanya santri itu tidak harus mereka mondok di pesantren. Tapi siapa saja yang nderekke kyai, ikut tindak lampahe kyai, terutama di Nahdlatul Ulama, maka dia bisa dikatakan santri,” ungkap Gus Huda, tentang alasan yang melatarbelakangi adanya Komunitas Sandal.

Gus Huda berharap, pada semua anggota Komunitas Santri Dalan yang anggotanya kini mencapai 350 orang, untuk selalu menjaga marwah-marwah ke NU An, marwah-marwah kyai. Karena diakuinya, bahwa Komunitas Sandal ini diminati oleh kalangan jalanan, seperti preman atau semacamnya, yang berkeinginan ngaji, mendekat ke kyai. Mereka, bisa gabung ke Komunitas Sandal.

“Slogan dari Komunitas Sandal ini, dandan ati, nyedak kyai, ngalap gesang kang pinuji. Di komunitas Sandal juga ada Mujahadah Jabul Rizqi An Nawawi Semarang, yang slogannya rogo butuh daharan, jiwo butuh wiridan,” jelas Gus Huda, yang pernah mondok di An Nawawi selama 12 tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MA An Nawawi Berjan, H. Sahlan, SAg, MSi mengatakan, sebagai warga An Nawawi, dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Komunitas Sandal.

“Semoga, ini awal yang baik bagi An Nawawi, dalam rangka menjaga kesehatan dan pencegahan Covid-19,” ujar Sahlan.

Sahlan juga berharap, ini juga menjadi awal kerjasama yang baik, antara seluruh warga An Nawawi pada khususnya, dan Nahdlatul Ulama pada umumnya, dalam rangka menjaga NKRI ke yang lebih baik. (Jon)