Komplotan Pelaku Pembobol Pegadaian Diamankan Polda Metro Jaya

    


Subdit 4 Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit 4 Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan spesialis pembobol kantor pegadaian, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, para pelaku membagi peran masing-masing dengan pimpinan berinisial RD.

“Mereka menyiapkan semua peralatan untuk melakukan aksi pencurian,” jelas Argo Yuwono.

Modus yang dilakukan komplotan ini dengan mengebor dan menjebol tembok bagian belakang TKP. Mereka masuk ke dalam TKP dan melakukan aksi pencurian, mencabut dan merusak CCTV.

Sedangkan, I alias K (39), kata Argo, berperan mengebor dan menjebol tembok bagian belakang TKP, menjebol brankas di TKP dan mengambil barang-barang berharga di TKP. Sementara, D alias P berperan memantau situasi di depan lokasi TKP dan yang menjual barang hasil kejahatan.

“Sasarannya perusahaan pegadaian dan mereka sudah beraksi di beberapa TKP,” tambah Argo.

Argo menambahkan, peran tersangka lain yakni memetakan lokasi target maupun menyiapkan kontrakan untuk akses pembobolan tembok.

“Komplotan ini dilengkapi dengan peralatan yang sangat lengkap sehingga tidak mengalami kesulitan setiap melaksanakan aksinya,” jelas Argo.

Komplotan ini sebelum melaksanakan aksinya selalu mencari lokasi perusahaan gadai yang di sebelahnya merupakan ruko atau toko yang sedang dikontrakkan.

Kemudian setelah mereka mengontrak ruko atau toko tersebut, komplotan ini memilih hari pada saat akhir pekan. Mereka melaksanakan aksinya karena karyawan dan penjaga di perusahaan gadai tersebut libur.

Setelah menentukan hari pelaksanaan aksinya, mereka membagi tugas sesuai peran masing-masing.

“Total kerugian tambah Argo Rp 1.900.000.000, terdiri dari barang-barang elektronik dan uang tunai,” jelas Argo.

Selain itu untuk barang bukti yang diamankan diantaranya satu pucuk senjata api rakitan, sepuluh buah peluru kaliber 9 mm, lima buah tabung gas oxygen gas, satu gas elpiji sepuluh buah obeng, satu buah tangga alumunium satu buah tangga tali, dua buah mesin bor, delapan linggis besi, satu gergaji kayu, satu golok, enam handphone berbagai merek dan dua laptop.

Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (2) KUHP dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun. (YT)