Kombez Rubah Stigma Narapidana

    


Kalapas Kelas II A Kerobokan Denpasar, Tony Nainggolan, menunjukkan kartu Komunitas Antrabez, Rabu, 4 Januari 2016 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebutan seseorang sebagai narapidana terasa punya konotasi negatif bagi mereka yang tengah berada di dalam terali besi. Karena tidak sedikit, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) itu punya talenta maupun skill dengan kreatifitas tinggi.

Ngeri rasanya, menurut Kalapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Tony Nainggolan, ketika di masyarakat WBP disebut sebagai mantan narapidana ketika kembali ke lingkungan sosial mereka.

“Kita launcing Komunitas Antrabez dengan harapan ini akan tersosialisasi ke masyarakat dan tidak ada lagi sebutan mantan napi,” kata Tony di Lapas Kerobokan, Rabu, 4 Januari 2017.

Antrabes merupakan akronim dari Anak Terali Besi yang istilah itu tercetus dari Lapas Kerobokan. Antrabez adalah grup band yang semua personilnya WBP dan telah merilis album perdana berjudul ‘Saatnya Berubah’ pada Oktober tahun lalu.

Kreatifitas itu kemudian mendapat sambutan dari Kalapas Kelas IIA Kerobokan yang baru, Tony Nainggolan, untuk membuat Komunitas Antrabez.

“Komunitas ini anggotanya bukan saja WBP tapi juga ada anggota kehormatan diluar warga binaan,” ujar Tony.

Mantan Kasubdit Intelijen Ditjen Pemasyarakatan ini punya rencana, band Antrabez tidak hanya berkarya sendiri di Lapas Kerobokan. Tapi pihaknya akan membuat kolaborasi dengan sejumlah band dari Lapas lain untuk membuat album berikutnya.

“Bisa saja kolaborasi dengan band lapas lain seperti dari Cipinang atau Salemba,” kata Tony.

Oktav, salah satu pentolan band Antrabez juga memiliki harapan warga binaan pemasyarakatan tidak mendapatkan stigma buruk setelah kembali ke masyarakat. “Setelah ini tidak ada lagi sebutan mantan napi, yang ada Kombez, Komunitas Antrabez,” ucapnya dari atas panggung.
 
 
Way