Kolaborasi Tarian Nusantara Awali Pembukaan Pesona Mandiri NDF Ke-21

    


Hari pertama Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta (NDF) Ke-21 bertema 'Art Tecno' dengan penampilan tarian yang didukung dengan seni tata cahaya, Rabu, 11 Oktober 2017 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perpaduan budaya nusantara yang dikemas secara apik menjadi penampilan pembukaan Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta (NDF) Ke-21. Secara resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, Rabu, 11 Oktober 2017. Tahun ini banyak perbedaan yang mewarnai panggung seni Pesona Mandiri NDF Ke-21.

Direktur Utama Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer menyatakan, Nusa Dua Fiesta telah bertransformasi menjadi Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta. Dari konsep yang ada, penampilan seni yang disuguhkan kepada khalayak menjadi lebih luas dengan mengeksplorasi kebudayaan dan seni tradisi di Indonesia.

“Event ini sekaligus untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia dan Bali pada khususnya dalam mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing di tahun 2019,” jelas Abdulbar M. Mansoer di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, Rabu, 11 Oktober 2017.

Kolaborasi tarian tradisional yang dipadukan dengan seni tata cahaya menjadi penampilan awal pembukaan Pesona Mandiri NDF 2017. Eksplorasi budaya nusantara yang dibawakan dalam tarian kolosal itu, mewakili keindahan alam dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Tarian itu dibawakan oleh Sanggar Bone dari Gianyar dengan I Wayan Sidia sebagai konseptor.

Penampilan seniman tari dari Sanggar Bone, Gianyar - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

Penampilan seniman tari dari Sanggar Bone, Gianyar – foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta yang turut hadir dalam acara itu menyatakan, prioritas pembangunan Pariwisata di Bali mencakup, pertanian, industri wisata dan industri kecil. Menurut Sudikerta, perkembangan pariwisata di Bali berkembang sangat pesat yang mendominasi ekonomi di Bali.

“Bali sudah menjadi pusat perhatian dunia yang memiliki potensi keunikan budaya,” jelas Sudikerta.

Kondisi pariwisata di Bali ini perlu ditingkatkan dengan menjaga lingkungan alam dan kebersihannya. Dengan kualitas destinasi wisata yang baik, kata Sudikerta, akan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

“Daya tarik Bali ada di tradisi masyarakatnya. Bali memiliki budaya spiritual yang tak ada di wilayah lain. Kegiatan tradisi masyarakat ini setiap hari ada, bahkan mereka bisa melakukan lebih dari 3 kali sehari,” ujar Sudiketa.

Tema yang diusung tahun ini yakni ‘21th Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017, The Colour of Bali’. Nusa Dua Fiesta pertama kali digelar pada tahun 1996 dan tahun ini ditargetkan menyedot 30.000 orang pengunjung. (Way)