Klinik Pengobatan Stem Cell di Jaksel Digerebek, Polisi Amankan Tiga Orang

    


Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap kasus praktik pengobatan moderen dengan cara stem cell - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap kasus praktik pengobatan moderen dengan cara stem cell. Pengobatan itu dilakukan dengan cara suntik menggunakan alat farmasi tak berstandar.

Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga orang, masing-masing berinisial OH, YW dan LPJ. Mereka ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya diringkus di Hubsch Clinic Belle Points, Jalan Kemang Selatan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 11 Januari 2020.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, ketiga pelaku melakukan stem cell dengan menggunakan serum cairan biologis obat berlogo Kintaro yang berasal dari Jepang.

“Tim melakukan upaya penyelidikan. Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI, Kementerian Kesehatan RI dan juga dengan Balai POM. Ternyata memang praktek tersebut ilegal dan tidak memiliki izin resmi,” ujar Kapolda dalam konferensi pers di Mapolda Metro, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Kapolda mengatakan, pelaku OH berperan sebagai Dokter Umum yang tugasnya melakukan praktek terapi penyuntikan stem cell di klinik miliknya. Tempat prakteknya itu pun tidak memiliki legalitas atau izin dari Kementerian Kesehatan.

Sedangkan pelaku LJP mengaku ikut mengedarkan stem cell jenis Kintaro. Dia juga sebagai pihak untuk mencari konsumen menggunakan stem cell ilegal tersebut.

Dalam kasus itu, para pelaku dijerat pasal 204 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dan atau pasal 263 KUHP pasal 75 ayat 1 pasal 76 Undang-undang RI Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dengan ancaman 15 tahun penjara. (Bob)