KKP Siapkan Permintaan Ekspor Ikan Patin ke Timur Tengah

    


Pembudidaya ikan patin - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan strategi pemenuhan suplai produk patin nasional. Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, terbuka peluang ekspor untuk pasar Timur Tengah.

Sebelumnya KKP dengan Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) telah meluncurkan brand market ‘Indonesian Pangasius, the Better Choice’ pada pameran Seafex di Dubai Oktober 2018 lalu.

Disamping itu, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama, telah menetapkan ikan patin sebagai menu makanan haji Indonesia tahun 2019.

“Akan ada rencana ekspor perdana produk patin ke Saudi Arabia dalam waktu dekat. Ini sangat positif, dan menambah optimisme kami, bahwa komoditas patin mulai jadi unggulan ekspor dan tentu akan meningkatkan nilai devisa. Ini yg harus kita dorong, agar produk budidaya bisa tembus ekspor,” jelas Slamet Soebjakto, Minggu, 26 Mei 2019.

Ia memastikan telah menyiapkan strategi industrialisasi budidaya patin berkelanjutan yang dibangun di setiap rantai sistem produksi, khususnya benih dan pakan.

“Jadi masalah benih ini bagian yang sangat penting. Melalui industrialisasi perbenihan, kita akan dorong pemenuhan kebutuhan benih yang unggul dan adaptif melalui breeding program untuk perbaikan genetik,” tambahnya demikian.

Disamping itu, KKP juga akan membangun sistem logistik mulai dari broodstock center, larva center, UPR dan pembudidaya di sentral sentral produksi.

“Jika benih berkualitas maka akan berpengaruh langsung terhadap efisiensi pakan juga,” jelas Slamet.

“Selain penguatan induk dan benih, KKP juga melakukan pengembangan pakan mandiri. Khususnya untuk ikan-ikan air tawar, seperti patin, hal ini untuk menekan biaya produksi patin, sehingga produk semakin berdaya saing,” tambahnya.

Sementara, Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI), Imza Hermawan mengatakan, aktivitas budidaya berjalan dengan baik. Namun, ia juga menekankan pentingnya mendorong kualitas induk dan benih.

“Jadi induk dan benih berkualitas ini faktor utama penentu kesuksesan budidaya, utamanya dalam meningkatkan efisiensi priduksi. FCR bisa ditekan, jika benih yang digunakan berkualitas”, akunya.

Data sementara produksi ikan patin nasional tahun 2018 sebesar 391.151 ton atau naik menjadi 22,25% dari 319.966 ton pada tahun 2017. (Bob)