KKP Bangun Bale untuk Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan

    


Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan memanfaatkan Bale Kusuka yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Masyarakat di berbagai daerah sudah mulai memanfaatkan Bale Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pemanfaatan tersebut antara lain digunakan untuk kegiatan diskusi, tukar informasi, pelatihan dan kegiatan penyuluhan.

“Pembangunan bale Kusuka sebagai sarana untuk diskusi dan tukar menukar informasi terkait perkembangan perikanan budidaya mulai dari info teknologi, pasar, dan lainnya,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya telah membangun bale KUSUKA di 19 Kabupaten/Kota yang tersebar di Indonesia.

Bale tersebut, kata Slamet diharapkan jadi sarana interaksi intens antara pembudidaya, pemerintah, penyuluh, dan pelaku usaha budidaya ikan, sehingga dapat memicu perkembangan kegiatan budidaya yang lebih maju.

“Saya sangat mengapreasiasi pemanfaatan bale Kusuka di beberapa daerah, harapannya kedepan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kelancaran kegiatan Budidaya,” tambah Slamet.

Sementara, Suwanto, ketua kelompok Mina Wijaya Desa Geneng Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengungkapkan bale Kusuka yang di bangun di daerahnya sangat membantu kelompok. Khususnya, bagi akses ketersediaan sarana dan prasarana diskusi yang nyaman.

“Sebelum adanya bale Kusuka untuk melakukan musyawarah atau pertemuan biasanya di rumah salah satu anggota atau menumpang di bale desa. Bahkan kadang di pinggir sawah dan kepanasan yang mengganggu konsentrasi,” ujar Suwanto.

Dengan adanya bale itu, pembudidaya merasa antusias untuk melakukan kegiatannya apalagi dilengkapi TV.

“Ibaratnya bale ini jadi rumah kedua kami untuk berinteraksi dan menyalurkan gagasan untuk kemajuan usaha budidaya”, ungkap Suwanto.

Pembangunan bale Kusuka di kawasan perikanan budidaya menjadi salah satu program prioritas KKP dimana hingga saat telah dibangun sebanyak 19 Unit yang tersebar yakni, Kabupaten Agam, Pasaman, Banyuasin, Kota Prabumulih, Kampar, Kuantan Singingi, Muaro Jambi, Pangandaran, Indramayu, Pati, Kendal, Sukoharjo, Boyolali, Kulon Progo, Sleman, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sambas, dan Parigi Moutong. (Bob)