Kisah Marni Ditipu Samingan, Berawal Kenal di Terminal

    


Ngaku duda dan melakukan penipuan terhadap kekasihnya, Samingan (52), warga Kawunganten, Cilacap, kini ditahan polisi - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Samingan (47), warga Kecamatan Kawunganten, Cilacap Jawa Tengah, terpaksa berurusan dengan polisi. Dia dilaporkan polisi, karena diduga kuat telah melakukan penipuan terhadap kekasihnya, Marni (52), warga Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Dia baru sadar telah menjadi korban penipuan, setelah curiga dengan penggunaan uang modal usaha yang diberikan kepada tersangka, yang tidak sesuai dengan kesepakatan berdua.

“Korban melaporkan tersangka karena dugaan penipuan. Uang sewa kios di Kebumen yang seharusnya Rp 3 juta, namun disampaikan tersangka Rp 30 juta,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kapolsek Kebumen AKP Hari Harjanto saat konferensi pers, Kamis (29/8/2019).

Peristiwa ini terbongkar, menurut Hari, setelah korban merasa curiga. Uang yang diserahkan kepada tersangka sejumlah Rp 93 juta, yang dikumpulkannya selama menjadi pembantu rumah tangga, jika dilihat dari hasil belanja barang, yang dibeli tersangka tidak sesuai.

Bahkan uang dari korban tersebut, malah digunakan tersangka untuk membeli kendaraan mobil Suzuki jenis Minibus dengan alasan untuk operasional.

“Keduanya bertemu pada bulan April 2019 di Terminal Lebak Bulus, Jakarta. Saat itu Samingan mengaku bernama Roni, warga Semarang, dan berstatus duda. Padahal dia masih punya anak istri,” ungkap Hari, yang didampingi Kasubbag Humas Kompol Suparno.

Setelah berkenalan, keduanya saling bertukar nomor telepon, hingga akhirnya menjalin asmara.

Namun ternyata, cinta Marni yang tulus, dimanfaatkan tersangka untuk mengelabuinya, dengan meminta sejumlah uang untuk kepentingan pribadi.

“Akibat perbuatannya, Samingan alias Roni dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” pungkas Hari. (Jon)