Kiprah IMO-Indonesia Di Ajang IMF-WB 2018

    


Peliput dari DPW IMO-Indonesia Provinsi Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perhelatan International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) di Nusa Dua Bali yang dihadiri oleh 189 negara, 27 Kepala Negara dan  32.000 peserta sedang berlangsung saat ini 8-14 Oktober 2018. Perhelatan Akbar itu begitu menyita perhatian Dunia Internasional dengan banyaknya tamu VIP dan VVIP.

Untuk menjamin keamanan dari perhelatan tersebut dibentuklah Kogasgabpam dan Panglimanya adalah Kasum TNI Laksamana Madya TNI Didit  Herdiawan Ashaf. Adapun  kegiatan pengamanan dilakukan dengan tidak mencolok namun tetap ketat. Menurutnya, yang diutamakan dalam pengamanan tamu negara ini adalah kecepatan dalam tindakan.

Perhelatan IMF-WB tersebut diharapkan mampu memberi sumbangsih serta terobosan bagi tuan rumah  dan negara peserta. Ini kesempatan yang baik bagi Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Republik Indonesia dalam lima usulannya

Kiprah Media
Ratusan media yang terdiri dari TV, cetak dan online dari penjuru dunia hadir dalam rangka meliput perlehatan akbar tersebut, diantaranya beberapa media online nasional dari Ikatan Media Online Indonesia (IMO-Imdonesia) yang turut ambil bagian.

Kiprah media online yang tergabung dalam IMO-Indonesia di ajang IMF-WB kali ini memang sudah mengikuti aturan main dari panitia penyelenggara.

“Dengan terlibatnya Media online dari IMO-Indonesia diharapkan mampu mengangkat pemberitaan secara keseluruhan dari rangkaian perlehatan akbar tersebut, mulai dari persiapan sampai acara puncak,” jelas Ketua Umum DPP IMO-Indonesia Yakub F. Ismail, 12 Oktober 2018.

Dewan Pimpinan Pusat IMO-Indonesia mengaperiasi Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Bali yang diketuai oleh Wahyu Siswadi beserta jajarannya. DPW Provinsi Bali telah mengkoordinir rekan-rekan media online IMO-Indonesia secara nasional, untuk dapat turut ambil bagian di ajang IMF-WB 2018 ini.

Harapannya, media online yang tergabung dalam IMO-Indonesia mampu mengangkat pemberitaan yang lebih luas. Sehingga perhelatan akbar tersebut berdampak bagi masyarakat Indonesia, serta memiliki nilai tambah untuk kebudayaan dan ekonomi di Bali, khususnya sebagai tuan rumah.

Dalam event itu, DPW IMO-Indonesia Provinsi Bali, menugaskan 8 media untuk melakukan tugas peliputan. Sekedar informasi, ada beberapa warna kartu yang dibagikan kepada media peliput, baik dalam dan luar negeri.

IMO-Indonesia dipercaya mendapatkan identitas peliputan dengan striping warna hijau, yang berarti dapat meliput di semua kegiatan yang ada. Sementara, panitia juga mengeluarkan identitas dengan striping warna kuning emas yang hanya boleh meliput di kegiatan tertentu saja.

“Ini sangat membanggakan untuk kiprah IMO-Indonesia. Terlebih lagi, ada misi sebagai media dan jurnalis dalam memberitakan sesuai fakta dan peristiwa yang tengah berlangsung, dan ini sejarah yang tengah berlangsung di Indonesia,” jelas Wahyu Siswadi. (*)