Ketut Mardjana, Tokoh Pariwisata Asal Bangli Inisisasi Gerakan Sejahterakan Masyarakat Bali

    


Owner wahana wisata air yang juga tokoh Bangli berskala nasional Ketut Mardjana (kanan) bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (kiri) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Sejumlah regulasi yang dilahirkan di era Gubernur Bali Wayan Koster, disikapi oleh pengusaha di Bali untuk meningkatkan dan memproteksi kegiatan ekonomi guna menjadikan masyarakat Hindu di Bali lebih sejahtera.

Ada 34 produk legislasi antara lain, 3 Perda yang sudah diundangkan dan 5 Ranperda yang sudah disetujui DPRD Bali pada 20 Agustus 2019, dan sedang diajukan untuk evaluasi di Kemendagri. 4 Ranperda saat ini sedang dalam proses penyusunan dan finalisasi, 9 Pergub yang sudah ditetapkan, serta 13 Ranpergub yang sudah selesai dan sedang dan akan diajukan untuk evaluasi di Kemendagri.

Sejumlah regulasi tersebut disambut oleh para pengusaha Bali untuk menyatukan visi dan misi yang akan disinergikan antara desa adat, pemerintah yang dimotori oleh para pengusaha Bali melalui PT. Dewata Janardhana Kerthi (PT. DJK).

Inisiator kegiatan itu adalah pengusaha sukses I Ketut Mardjana yang juga tokoh Bangli berskala nasional. Pemilik usaha pariwisata Toya Devasya di Kintamani Bangli ini, memiliki cita-cita luhur untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat Hindu Bali.

Ketut Mardjana mengatakan, PT DJK nantinya akan bergerak pada kegiatan sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Kedua, koperasi yang membangun ekonomi berlandaskan kekeluargaan, dan ketiga adalah PT, yang permodalannya dibagi dalam bentuk saham.

“Ketiga hal tersebut telah disepakati dalam urun rembug di focus group discussion yang dihadiri sejumlah pengusaha di Bali dan tokoh masyarakat,” jelas Mardjana, Selasa, 10 September 2019.

Dalam pertemuan ketiga di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta, Sabtu (7/9) malam, hadir pengusaha Ketut Mardjana, I Gede Wirata, I Gde Made Sadguna, I Gede Bagia Arta, Ida Bagus Kade Perdana, Surya, tokoh besar masyarkat Bali, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, dan pengusaha muda sukses lainnya seperti Nengah Natyanta.

Mardjana menambahkan, diharapkan masyarakat Hindu Bali dapat menjadi fasilitator dan katalisator pembangunan dan pengembangan bisnis unggulan, melalui kecermatan berinvestasi kemitraan dan pengelolaan bisnis yang efektif, produktif dan kompetitif.

“Juga menggali, mengembangkan dan memberdayakan potensi yang ada menuju kedaulatan masyarakat Hindu di Bali,” ujar Mardjana.

Ke depan, diharapkan masyarakat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, namun menjadi sejahtera dan menjadi motor, menjadi setir, menjadi tuan rumah di tanah warisan para leluhur. Kunci dalam mengawal hal tersebut, kata tokoh Bali lainnya, adalah SDM. Yakni menjadi masyarakat Hindu Bali yang profesional, dilandasi jiwa entrepreneurship, memiliki jiwa pemimpin yang kuat dan transformasional, beradaptasi pada standar industri dengan tata kelola yang baik.

“Ini sangat penting. Menggali potensi yang ada di Bali, dan dikembangkan, sehingga umat sedharma mampu untuk memberdayakan dan menjaga kedaulatan ekonomi Bali,” sambung Mardjana yang mantan Dirut PT. Pos Indonesia itu.

Mantan Dirut PT Pos Indonesia ini menambahkan, dengan menyatukan visi dan misi kesejahteraan melalui wadah PT DJK, diharapkan masyarakat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, namun menjadi sejahtera dan menjadi motor, dan tuan rumah di tanah warisan para leluhur.

Menggali potensi di Bali, jelas Mardjana, menjadi sangat penting. Mengingat, mereka akan memberdayakan dan menjaga kedaulatan ekonomi Bali untuk kesejahteraan umat sedharma.

“Kunci dalam mengawal hal tersebut, adalah SDM. Yakni menjadi masyarakat Hindu Bali yang profesional, dilandasi jiwa entrepreneurship, memiliki jiwa pemimpin yang kuat dan transformasional, beradaftasi pada standar industri dengan tata kelola yang baik,” jelas Mardjana yang mantan Dirut PT. Pos Indonesia itu.

Seperti diketahui, Ketut Mardjana menjadi salah satu pengusaha sukses di Bali yang berhasil melakukan inovasi spot wisata air dengan memanfaatkan Danau Batur, di wilayah Geopark Batur, Kintamani Bangli. Wahana watersport itu juga menjadi satu-satunya yang berada di wilayah pegunungan di Bali.

Tidak sampai disitu saja, tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat juga tak pernah dilewatkan yang disalurkan dalam bentuk CSR. Pada HUT Toya Devasya ke-17, penyaluran CSR dilakukan ke sejumlah desa di Kawasan kaki Gunung Batur. (Way)