Ketum IMO-Indonesia: Negara Perlu Pembelaan

    


Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua Umum Ikatan Media Online Indonesia (IMO-Indonesia) Yakub F. Ismail, menyatakan organisasi IMO-Indonesia memiliki peran kuat dalam mereduksi pemberitaan hoaks. Selain itu, kata Yakub, nilai kebangsaan dan kebhinekaan juga menjadi visi dan misi organisasi badan usaha media tersebut.

Yakub mengatakan hal itu ketika melakukan kunjungan ke Bali dalam rangka koordinasi Rakernas I IMO-Indonesia di Bali, 13-15 Februari mendatang.

“Produksi pemberitaan yang obyektif dan sesuai fakta akan terakumulasi yang efeknya membentuk citra positif, bukan saja di dalam negeri tapi juga di luar negeri,” ujar Yakub.

Yakub menambahkan, berdirinya IMO-Indonesia dilandasi satu kesepakatan untuk menepis berita hoaks, mempererat kebangsaan dan kebhinekaan. Visi yang dibangun di organisasi salah satunya, memperjuangkan industri pers media online, termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Negeri ini perlu pembelaan, kita harus punya jiwa bela negara. Peran kita di industri pers perlu melakukan itu,” jelas Yakub.

Sementara, dalam koordinasi persiapan Rakernas I IMO-Indonesia, Ketua DPP IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail bersama panitia pelaksana DPW Bali IMO-Indonesia, meninjau ke hotel tempat pelaksanaan.

Yakub menilai secara global rangkaian acara dalam Rakernas tersebut telah terpenuhi. Namun, perlu ada penajaman di bagian tertentu.

“Secara global rundown acara sudah memenuhi. Nanti kita tajamkan lagi dalam rapat di Jakarta,” ujarnya.

Rakernas I IMO-Indonesia akan membahas soal AD/ART Organisasi juga Hearing terkait perkembangan media online yang mencakup
isu-isu strategis.

Selain itu, dalam rangkaian Rakernas yang digelar 13-15 Februari 2017 juga diisi pemutaran trailer dari film Jurnalis Serumpun Sebalai yang diproduksi oleh salah satu anggota IMO-Indonesia. (Way)