Ketua TP PKK Bali Ingatkan Narkoba Bentuk Lain dari Penjajahan

    


Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Koster melakukan edukasi dan sinergi dengan berbagai komponen masyarakat guna mewujudkan Bali Bersih Narkoba (Bali Bersinar).

Narkoba merupakan bentuk lain dari penjajahan yang akan merusak fisik serta mental kalangan muda sebagai generasi penerus bangsa.

Hal ini disampaikan Ny Putri Koster dalam arahannya seusai mengikuti Kegiatan Webinar Kebangsaan ‘Millenials dan Gen Z di Masa Pandemi: Tetap Santuy dan Bebas Narkoba’ yang diselenggarakan Ketua Umum TP PKK secara virtual dari Jayasabha, Rabu (18/8/2021).

Untuk itu, pencegahan secara massiv harus terus dilakukan dengan menggandeng semua komponen demi menyelematkan generasi emas penerus bangsa dari dampak negatif narkoba.

“Kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita ayomi dan lindungi generasi penerus kita agar tidak terjerumus narkoba. Kita pastikan mereka tumbuh sehat, baik jasmani dan rohani sehingga mereka akan menjadi pemimpin handal di masa dating. Mari kita tumbuhkan kesadaran Bersama, kita basmi penyalahgunaan narkoba dan wujudkan Bali Bersih Narkoba,” kata Putri Koster.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Pol. Dr. Drs. Petrus Golose, MM mengatakan, kejahatan narkotika sebagai kejahatan extraordinary crime, dan kejahatan ini pun terorganisir lintas negara serta menjadi ancaman serius karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan suatu bangsa.

Untuk itu, BNN terus melakukan berbagai upaya melalui kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dab Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) yang meliputi pencegahan, pemberdayaan masyarakat , pemberantasan dan rehabilitasi.

Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Upaya pencegahannya dimulai dari lingkungan keluarga, dan peran orang tua amat sangat dominan dalam intervensi ketahanan keluarga terhadap pengaruh narkoba.

“Dari keluarga kita menuju Indonesia bersinar, Indonesia yang bersih dari narkoba,“ kata Petrus Golose. (*)