Ketua TP PKK Bali Dorong Semangat Tim Medis Entaskan Gangguan Penglihatan

    


Pembina Tim Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Provinsi Bali Putri Suastini Koster memberikan sambutan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI) VI Tahun 2022 di Prama Hotel Sanur Beach Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Provinsi Bali menjadi daerah pertama dengan angka prevelansi kebutaannya paling rendah.

Sejak tahun 2020, Bali mencatat jumlah penduduk yang mengalami gangguan penglihatan atau buta sebanyak 0,3 % dari jumlah penduduk secara keseluruhan.

Pembina Tim Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Provinsi Bali Putri Suastini Koster berharap, angka yang rendah itu menjadikan semangat mengentaskan Bali dari gangguan penglihatan atau kebutaan.

“Saya harapkan mampu menjadi semangat untuk tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang penglihatannya terganggu,” kata Putri Koste, Sabtu, (1/9/2022).

Pendamping Gubernur Bali Wayan Koster itu memberikan sambutan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI) VI Tahun 2022 di Prama Hotel Sanur Beach Bali.

Ditambahkan, dengan memiliki indera penglihatan yang baik akan membuka wawasan dan menguasai dunia dari jarak yang paling dekat.

“Jangan pernah meremehkan mata yang jernih, karena dengan mata kita mampu melihat seisi dunia dan mata hati orang lain,” ujarnya.

Sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster berupaya menyentuh kondisi masyarakat sampai unsur terbawah. Ada dua metode yang dilakukan dalam menggerakkan kader yakni, sosialisasi dan aksi sosial.

Kedua kegiatan itu dilakukan secara berkesinambungan. Sosialisasi dilakukan melalui peran media cetak, elektronik dan online. Sedangkan aksi sosial adalah kegiatan dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan kader PKK dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa.

“Dalam kegiatan kami di lapangan, Tim Penggerak PKK selalu menggandeng tenaga medis untuk membantu warga secara langsung, salah satunya tenaga medis khusus gangguan mata,” kata Putri Koster.

Seperti diketahui, penyebab gangguan penglihatan atau kebutaan yang tertinggi di Indonesia adalah katarak, trakoma (infeksi pada mata), amblyopia (mata malas) dan glaukoma.

Ketua Umum DPP Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI) Pusat Rosikin menambahkan, pihaknya mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil, dan berkualitas.

“IKPAMI mendorong Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melibatkan organisasi kami di Bali dalam upaya pengentasan kebutaan utamanya katarak,” kata Rosikin. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS