Ketua TP PKK Bali Ajak Keluarga Wujudkan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi

    


Ketua TP PKK Provinsi Bali menjadi narasumber dalam program 'Wirasa' yang mengangkat tema 'Peran PKK Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Pada Tatanan Kehidupan Era Baru', di Denpasar, Selasa (11/8/2020) malam - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster menyampaikan, meluasnya pandemi covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap segala lini kehidupan.

Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Bahkan pemenuhan kebutuhan pangan.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini, mengajak masyarakat lebih kreatif di tengah pandemi. Salah satunya, dengan memanfaatkan halaman rumah untuk bercocok tanam kebutuhan pangan seperti sayur-mayur, bumbu dapur serta tanaman bermanfaat lainnya.

“Sebagai satuan terkecil, keluarga bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” kata Putri Suastini Koster, Selasa (11/8/2020).

Seniman multitalenta ini, tampil sebagai narasumber dalam program ‘Wirasa’ yang mengangkat tema ‘Peran PKK Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Pada Tatanan Kehidupan Era Baru’, di Denpasar, Selasa (11/8/2020) malam.

Dalam mewujudkan ketahanan pangan, kegiatan yang jadi program PKK telah berjalan. Program itu disebut dengan HATINYA PKK atau Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman.

“Di tengah pandemi ini kita harus tetap kreatif dan produktif. Kita manfaatkan halaman rumah untuk menghasilkan pangan yang bermanfaat, sehingga membantu kita untuk berhemat dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.

Putri Koster juga mengajak masyarakat selalu mengikuti himbauan pemerintah. Sehingga, di era kebiasaan baru ini, secara perlahan ekonomi bisa mulai bergerak dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan yang ada.

“Saat ini kita harus saling menguatkan, saling membantu, perkuat berbagi ke sesama dan optimis kita bisa bangkit dan melewati badai ini bersama sama,” ujarnya.

Selain Ketua TP PKK Provinsi Bali, dialog itu juga menghadirkan narasumber praktisi tanaman toga dan pangan Yuliani Djajanegara. (*)