Ketua Tim Penggerak PKK Bali Ajak Konsumsi Makanan Rumahan

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Masakan yang diolah sendiri atau masakan rumahan, memiliki nilai gizi tinggi. Tak diragukan lagi, pengolahan makanan bersih dengan bahan alami menghasilkan masakan sehat. Dan itu jamak ditemukan pada makanan rumahan.

“Ini memang pada dasarnya adalah tugas ibu-ibu dulu yang membiasakan memasak makanan rumahan untuk keluarga. Saat ini, anak muda perlu mencontoh ibu-ibu kita dan selalu sadar pentingnya gizi yang baik bagi tubuh kita,” Putri Suastini Koster, Jumat, 8 November 2019.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali itu, menjadi narasumber dialog interaktif bertajuk ‘Masakan Rumahan yang Sehat untuk Keluarga’ di salah satu stasiun Radio di Denpasar, Jumat (8/11/2019)., Pendamping orang nomor satu di Bali ini hadir dipandu oleh penyiar Radio Phoenix Dody Yosandra atau yang akrab disapa Doy.

Jaman serba instan dan pola hidup masyarakat, terutama dalam mendapatkan makanan, cenderung berubah pula. Masyarakat juga punya kecenderungan mengkonsumsi masakan yang diolah secara instan.

Ia melanjutkan, tantangan terberat untuk ibu-ibu adalah membiasakan lidah anak-anak dengan sayuran.

“Sekarang memang yang paling bisa memanjakan lidah anak kita seperti ‘junk food’, ‘chicken wing’ dengan keju dan pedas-pedas itu, apalagi ditambah tinggal pencet di aplikasi makanan sudah datang. Jadi tolong jangan biasakan itu,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyediakan makanan yang sehat untuk keluarga yang sudah memenuhi standar B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.

“Beragam maksudnya ada bermacam kandungan seperti karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin serta mineral, bergizi harus memenuhi gizi keluarga, seimbang dimaksud sesuai dengan kebutuhan serta aman dikonsumsi oleh keluarga tanpa menggunakan bahan zat pengawet,” jelasnya.

Menurutnya, jika makanan yang dimasak di rumah, setidaknya bisa diketahui kandungan dalam makanan tersebut.

“Ibu bisa mengatur kualitas bahan makanan serta menjauhi penggunaan bahan penyedap dan pengawet yang berbahaya untuk tubuh,” jelasnya.

Apalagi, dia menambahkan, jika bahan pangan yang digunakan bisa diambil dari pekarangan rumah sendiri, gizi masakan tersebut lebih terjamin.

“Kita di PKK mempunyai program HATINYA PKK atau Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman. Jadi kai mengajak para Ibu untuk memangaatkan pekarangan rumah dengan menanami kebutuhan pokok seperi sayuran dan bumbu dapur,” ujarnya.

Ke depan jika ingin memasak dengan porsi kecil tidak usah ke warung membeli, cukup memetik di halaman saja.

“Tujuan dari program ini juga untuk menciptakan rumah yang indah dan nyaman, atau istilahnya home sweet home untuk keluarga juga,” tambahnya.

Untuk menjalankan program tersebut, ia mengaku sudah turun ke kabupaten/kota dengan memberikan bantuan berupa bibit tanaman sayur dan bumbu, pupuk serta alat bertanam.

“Kami hanya punya dukungan moral dan dana, sementara wilayah adalah milik TP PKK desa, jadi kaki bantu berupa bibit, pupuk dan alat, nanti tugas Ketua TP PKK Desa yang menyebarkan kegiatan tersebut sehingga ke depan pekarangan rumah masyarakat Bali menjadi hijau royo-royo dengan tanaman dapur,” jelasnya.

Selain itu, tujuan pemanfaatan pekarangan untuk memudahkan bahan pangan yang segar, serta edukasi untuk keluarga.

Ia mengaku hingga saat ini sudah turun pada 57 desa di sembilan kabupaten/kota untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut. Sehingga, dia berharap tahun 2022 semua pekarangan rumah di Bali bisa hijau ditumbuhi tanaman dapur, juga agar Bali bisa menjadi juara PKK di tingkat nasional.

Secara global, kegiatan PKK bukan hanya berkutat di masalah konsumsi dan sanggulan. Namun PKK sebagai partner pemerintah dalam mensejahterakan warga, khususnya masyarakat Bali.

“Jadi kami berkomitmen untuk membantu pemerintah di bawah komando Gubernur Wayan Koster mensukseskan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.

“Kita akan terus bersinergi dengan pemerintah. Setiap kita turun, kita menemukan sesuatu yang kurang, kita bersinergi dengan instansi terkait agar permasalahan cepat selesai, karena hal tersebut adalah esensi PKK itu sendiri,” tambahnya demikian. (*)