‘Ketua KPU Disandera’, TNI/Polri Lakukan Operasi Pembebasan

    


Simulasi Latihan Pengaman Tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Lapangan Praja Raksaka Kepaon Denpasar, Rabu, 20 Februari 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dalam sebuah drama realisme, ketua KPU disandera oleh kelompok bersenjata tak dikenal. Motif penyanderaan dipicu ketidakpuasan terhadap hasil penghitungan suara.

Untuk mengendalikan situasi, Pangdam IX/Udayana memerintahkan pembebasan sandera dengan sandi Rit. Yonif Raider 900/SBW diterjunkan dan berhasil mengevakuasi ketua KPU.

Namun di sisi lain, terjadi perusakan Kantor KPU oleh sekelompok massa. Pasukan gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan BPPD melakukan upaya pengamanan.

Simulasi itu digelar oleh anggota Kodam IX/Udayana dalam Latihan Pengaman Tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Lapangan Praja Raksaka Kepaon Denpasar, Rabu, 20 Februari 2019.

Latihan itu merupakan model yang akan dilakukan saat proses pelaksanaan pemungutan suara Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang.

“Dalam melaksanakan tugas di lapangan jaga soliditas dan sinergitas. Sehingga, tidak ada permasalahan dan kita pasti mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik sehingga Bali-Nusra tetap aman,” jelas Pangdam Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Rabu, 20 Februari 2019.

Simulasi diikuti 385 personel gabungan dari Korem 163/WSA, Yonif Raider 900/SBW, Brimob Polda Bali, Yonif Mekanis 741/GN, Yon Zipur 18/YKR, Pomdam IX/Udayana, Bekangdam IX/Udayana, Paldam IX/Udayana, Denkav 4/Simha Pasupati Dam IX/Udayana, Kesdam IX/Udayana, Ajendam IX/Udayana, Hubdam IX/Udayana, Zidam IX/Udayana dan BPBD Provinsi Bali. (*)