Ketua DPRD Bali: Turis Berperilaku Buruk Harus Dideportasi

    


Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menyoroti pelecehan tempat suci di Bali yang dilakukan oleh dua orang turis asal Republik Ceko.

Adi Wiryatama menyebut, perilaku sepasang turis asing tersebut merendahkan martabat bangsa, khususnya warga masyarakat Bali.

“Di Pura lagi cuci pantat itu, itu bukan suatu yang enak ditonton, kedepan kita akan kerjasama dengan aparat terkait agar lebih ketat,” kata Adi Wiryatama menyesalkan.

Dirinya akan ikut mengawasi dan mendorong pihak terkait agar memantau keberadaan turis di Bali. Terutama, terkait surat dokumentasi wisatawan termasuk lama waktu tinggal di Bali.

Pelecehan kawasan suci itu, kata Adi Wiryatama, satu persoalan yang mencuat dan perlu diperhatikan secara serius. Di luar itu, sejumlah turis asing juga ditengarai banyak berperilaku buruk selama berada di Bali.

“Mereka merasa bebas karena tidak diawasi. Begitu uangnya habis, mereka masih disini, berpura-pura gila, jadi gelandangan, sehingga bisa dapat makan gratis,” jelas Adi Wiryatama.

Wisatawan asing yang selalu membuat ulah itu, menurut Ketua DPRD Bali, harus dideportasi. Sebagai penegasan dari aturan untuk wisatawan asing, Adi Wiryatama mengaku akan mengarah pada aturan pemerintah di daerah.

“Kita akan mengarah kesana juga, bagaimana nanti akan mengatur dengan baik,” jelasnya.

Sebelumnya dua orang bule asal Republik Ceko Sabina Dolezalova dan Jdenek Slova melakukan perbuatan tidak terpuji di petirtaan Pura Beji Kawasan Monkey Forest, Desa Padangtegal, Ubud, Gianyar.

Mereka menggunakan tirta atau air suci dari pancuran Pura untuk membasuh bagian pantat sambil direkam video. (Way)