Ketua Asprov PSSI NTT: Tim Beach Soccer NTT Dipertahankan dan Home Base Tetap di Bali

    


Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik - foto: Yan Daulaka

KORANJURI.COM – Usai sudah perjuangan keras berpeluh keringat tim sepakbola pantai (beach soccer) Nusa Tenggara Timur (NTT) di ajang Kejuaraan Nasional Piala Bola Pantai Indonesia 2022.

Berlangsung di Pantia Legian, Badung, Bali, 20-24 Maret 2022, Tim besutan coach Yan Daulaka dan dimanajeri dokter I Nyoman Sasputra dan asisten manajer Erik Seran sukses menancapkan kaki di posisi runner up setelah dihentikan kekuatan tim tuan rumah Bali B dilaga final, Kamis (24/3/2022) sore.

Namun, dua kemenangan beruntun sebelum ke partai final, Andre Putra Segu, Eston Pala, Sam Mosa Seke, Frederik Umbu Siwa, Berto Sore, Frederikus Michel, Kris Holo, Laureksan Nganam, Marselino Stoikov, dan Jonny Makani terlebih dahulu mengatasi Bali A dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hasil dua kemenangan ini pun dinilai sudah sangat membanggakan bagi warga masyarakat NTT khususnya Asprov PSSI NTT pimpinan Christian Mboeik. Maklum, dalam sejarah persepakbolaan nasional khususnya sepakbola pantai, NTT tak banyak bicara, apalagi baru kali pertama ini bisa berpartisipasi di hajatan nasional.

Namun dengan persiapan seadanya yang serba minim dan mendadak, tangan dingin coach Yan Daulaka bisa membawa timnya naik podium juara kedua dibawa sang juara Bali B yang sebagian besar dihuni penggawa Timnas Merah Putih.

“Kami bangga dan katakan luar biasa untuk perjuangan tim ini. Kedepan kami tidak tinggal diam dan akan terus mensuport tim ini. Tim ini tidak bubar dan tetap dipertahankan. Tim ini juga tetap berlatih di Bali, dan jika ada iven tim ini akan mewakili NTT,” ujar Chris Mboeik, Ketua Asprov PSSI NTT yang mantan wartawan di media nasional ini.

Usai laga final, Chris Mboeik didampingi salah satu anggota DPRD NTT, Bonito Jebarus mengumpulkan pemain dan offisial, seraya menegaskan, jika tim beach soccer NTT sudah membuka jalan dan sudah memberi bukti, bahwa olahraga sepakbola pantai bisa menjadi andalan baru NTT di iven berskala nasional.

“Diaspora NTT di Bali sudah memberi kontribusi nyata, bahwa NTT bisa. Kalau kita cerdas memanfaatkan kemampuan-kemampuan sumber daya kita dimanapun mereka berada, maka tidak ada yang mustahil. Dan di kejuaraan ini sudah terbukti, bahwa kita NTT bisa. Ini tidak main-main, apalagi permainan kita tidak buruk dan sangat menjanjikan,” ujar Chris Mboeik.

Sementara coach Yan Daulaka mengucapkan permohonan maaf karena timnya belum meraih juara di hajatan ini serta menyampaikan ucapan terima kasih atas suport langsung Asprov NTT dan doa masyarakat NTT selama kejurnas berlangsung. Kedepannya sesuai permintaan dan kepercayaan Asprov, tim ini akan segera mempersiapkan diri dengan program latihan yang sewaktu waktu bisa kembali mewakili NTT di berbagai iven.

“Kami memohon maaf jika diiven perdana ini belum raih hasil terbaik. Terima kasih suport dan doa semua pihak, khususnya Asprov PSSI NTT dan masyarakat NTT. Selanjutnya sesuai permintaan Asprov kami segera mempersiapkan diri dengan program latihan. Sampaikan salam saya dan tim untuk masyarakat NTT,” ucap coach Yan Daulaka, pelatih kelahiran Ende, Flores. (Way)