Kesetaraan Gender dan Korupsi Jadi Isu Pertemuan Moneter Dunia

    


Pembukaan pertemuan IMF - World Bank 2019 di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa, 15 Oktober 2019 waktu setempat - foto: Istimewa

KORANJURI.COM [Washington DC] – Sejumlah isu sensitif dibahas dalam pertemuan tahunan IMF – World Bank 2019 di Washington DC, Amerika Serikat 14 – 20 Oktober 2019 antara lain, makro kesetaraan gender. Termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kehadiran perempuan di tingkat pengambilan keputusan tertinggi dalam ekonomi dan bisnis.

“Serta bagaimana mengatasi hambatan pada karir perempuan. Hal ini akan mempengaruhi keputusan perempuan saat memasuki pasar tenaga kerja,” kata Direktur Departemen Riset IMF Gian Maria Milesi-Ferrett di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa, 15 Oktober 2019 waktu setempat.

Sementara, Direktur Departemen Statistik IMF Louis Marc Ducharme, mengajak peserta dalam memberikan suara mereka dan mendukung Program kerja IMF melalui data dan teknik pengawasan dalam bidang ekonomi keuangan dengan risiko yang akan dihadapi.

“Kesenjangan atau kurangnya data terutama di negara-negara berpenghasilan rendah perlu segera diantisipasi. Ini menjadi trending topic selama 4 bulan terakhir, kajian ini dipilih berdasarkan kriteria dampak ekonomi global,” kata Louis.

Menurutnya, isu tentang gender dan perempuan sangat penting dibahas pada pertemuan tahunan IMF – World Bank 2019 di Washington D.C. Tema besar yang diangkat yakni, meningkatkan tata kelola dalam keuangan publik, serta didukung data dan teknologi dalam setiap bank central di negara masing-masing peserta.

Penanganan berbagai kasus korupsi juga menjadi isu global dalam pertemuan itu. Louis menyoroti tentang penanganan korupsi melalui sistem pengungkapan keuangan para pejabat publik, serta ikut memerangi kasus pencucian uang, lewat data akurat, dan pemahaman risiko akibat korupsi.

“Relevansi dan peluang untuk mendapatkan solusi terhadap kasus korupsi, sangat ditentukan oleh otoritas negara masing-masing dalam hal pengawasan keuangan,” tegas Louis.

Forum moneter dunia itu, diliput 540 jurnalis dari berbagai negara. Dari Indonesia, pemimpin redaksi channelbali.com melakukan peliputan langsung event tahunan itu di Washington DC Amerika Serikat. Acara itu juga dihadiri oleh 4.018 tamu undangan, 1.006 delegasi dari seluruh dunia. (Deddy Rochendy/channelbali.com/*)