Kesepian Ditinggal Istri, Ayah Cabuli Anak Tiri

    


Srj, ayah bejat yang tega mencabuli anak tirinya, kini ditahan di Mapolsek Kutoarjo dengan sejumlah barang bukti - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib memilukan dialami Bunga (13), sebut saja begitu, warga sebuah desa di wilayah Kecamatan Kutoarjo, Purworejo. Bunga telah menjadi korban kebejatan ayah tirinya, Srj (33), yang mencabulinya hingga berkali-kali.

Akibat kejadian ini, Bunga menjadi shock dan trauma. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Srj kini ditahan di Mapolsek Kutoarjo, dengan sejumlah barang bukti.

Peristiwa yang dialami Bunga ini, terjadi pada suatu hari di akhir bulan Januari 2019 lalu, sekitar jam 24.00 WIB, di rumahnya. Pada saat korban sedang tidur di dalam kamarnya, ayah tirinya masuk ke dalam kamar yang hanya ditutupi dengan kain korden.

Selanjutnya, pelaku mendekati korban kemudian tangan kanannya dimasukkan ke dalam celana dalam korban. Dengan kedua jarinya, ayah tiri bejat ini melakukan pencabulan pada kemaluan korban. Merasa aksi pertamanya berjalan sukses, perbuatan tersebut diulangi hingga tiga kali.

“Setiap kali akan melakukan perbuatannya tersebut, korban diiming-imingi akan diberi uang Rp 50 ribu oleh pelaku,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kapolsek Kutoarjo, AKP Markotib, Jum’at (19/7).

Terungkapnya kasus pencabulan ini, setelah korban merasa tidak nyaman di rumahnya, dan memilih tinggal bersama neneknya. Hal ini menjadikan keluarga Bunga menjadi curiga. Setelah didesak, akhirnya meluncurlah sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan, kalau Bunga telah dicabuli ayah tirinya sendiri.

Karena tak terima, oleh keluarga korban kasus ini dilaporkan ke polisi pada Rabu (10/7). Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya polisi menangkap tersangka Srj pada Senin (15/7) lalu.

“Dari pengakuan tersangka, dia tega mencabuli anak tirinya itu, karena merasa kesepian ditinggal istrinya, yang bekerja di Jakarta. Memang, selama ini korban tinggal dengan ayah tirinya, bersama balita anak hasil perkawinan tersangka dengan ibu korban,” terang Markotib, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah, dan Kanitreskrim, Ipda Tri Atmoko.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, Visum Et Repertum, satu stel pakaian tidur warna putih motif beruang, satu kaos lengan pendek warna pink, satu celana pendek warna biru, dan satu stel pakaian tidur warna hitam motif bintik- bintik putih.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 82 Jo 76E UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang PerlindunganAnak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Markotib. (Jon)