Kerja Bareng Polres, DPPKP Purworejo Serahkan Bantuan ke Petani

    


Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, bersama Wasit Diono, Kepala DPPKP Kabupaten Purworejo, pada penyerahan bantuan kepada lima kelompok tani, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, Selasa (03/11/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo, bekerjasama dengan Polres Purworejo, memberikan bantuan dan bimbingan, kepada lima kelompok tani yang ada di Kabupaten Purworejo.

Mereka terdiri dari, kelompok tani Sari Rejeki Desa Giyombong, Kecamatan Bruno, dengan bantuan, berupa ayam buras dengan jenis jantan 30 ekor dan betina 120 ekor.

Kelompok tani Sejahtera Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, dengan bantuan 450 kg benih padi, kelompok tani Sumber Makmur Desa Panggeldlangu, Kecamatan Butuh, dengan bantuan 450 kg benih padi.

Kelompok tani Murakabi Desa 30 ekor ayam buras jantan, dan 120 ekor betina, serta kelompok tani Rejo Tani, Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, dengan bantuan 450 gram benih jagung.

Bantuan diberikan secara simbolis pada Selasa (03/11/2020) oleh Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dan Kepala DPPKP Kabupaten Purworejo Wasit Diono, di Karangrejo, Loano.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita pada masyarakat, khususnya petani yang terdampak Covid-19,” ujar Wasit Diono, Senin (09/03/2020).

Dikatakan, petani terkena dampak Covid-19. Untuk itu, diperlukan adanya pembangunan ekonomi secepatnya untuk membangkitkan kembali produksi pertanian.

“Ini bagian dari kepedulian antara Pemda dan Polri dalam usaha memulihkan ekonomi. Tujannya untuk masyarakat,” ujar Wasit Diono didampingi Hartoyo, PPL.

5 kelompok tani tersebut, kata Wasit Diono, sebagai percontohan, mengingat anggaran yang terbatas. Kelima sampel tersebut, berasal dari lima kawedanan yang ada di Purworejo.

Bantuan diserahkan secara hibah dan penyerahannya disesuaikan dengan masa tanam yang tepat. Dengan demikian, bisa langsung difungsikan.

“Kemarin Pak Kapolres juga sudah wanti-wanti, jangan sampai ayamnya sampai rumah jadi ayam panggang. Jadi ya harus dikembangkan,” jelas Wasit Diono.

Kerjasama dalam membangun dan membangkitkan ekonomi akibat dampak Covid-19 ini, kata Wasit Diono, baru pertama kali dilakukan. Kedepan diharapkan ada kerjasama-kerjasama lain.

“Supaya bantuan ini bisa meningkatkan ekonomi dan produksi serta terarah, terutama pada populasi ternak, maka perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan, supaya para penerima paham secara teknis,” kata Diono.

“Harapannya, untuk sedikit meringankan beban mereka,” tambahnya. (Jon)