Keramik Antik di Dinding Puri Agung Kerambitan Berusia 720 Tahun

    


Keramik antik bertahun 1300 yang ditempel di dinding Pura Agung Kerambitan Tabanan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Puri Agung Kerambitan yang terletak di Desa Kerambitan, Tabanan ini sangat unik dan berbeda dengan puri-puri yang ada di Bali. Puri seluas 4 hektar ini, di salah satu areal yang disebut Saren Agung, menempel ribuan keramik antik dari Cina. Keramik itu berasal dari tahun 1300.

Anak Agung Ngurah Indra Bangsawan, sebagai generasi ke-9 dalam silsilah Pura Agung Kerambitan menjelaskan, keramik itu ditemukan sebelum puri ini di bangun.

“Puri ini dibangun pertama kali tahun 1650, tapi keramik yang ada bertuliskan tahun 1300,” jelas Ngurah Indra Bangsawan, Minggu, 11 Oktober 2020.

Ia menuturkan, ada berbagai jenis keramik yang ditempelkan di dinding diantaranya, cawan dan piring. AA. Ngurah Indra Bangsawan mengatakan, kali pertama keramik itu ditemukan jumlahnya sangat banyak.

 Salah satu areal di Puri Agung Kerambitan Tabanan - foto: Koranjuri.com


Salah satu areal di Puri Agung Kerambitan Tabanan – foto: Koranjuri.com

Benda-benda itu tidak langsung dipasang di dinding, tapi ditumpuk. Baru di tahun 1800-an, piring-piring antik itu ditempel di tembok.

“Saat itu, puri sangat disakralkan dan tidak diperbolehkan masyarakat umum untuk masuk,” jelasnya.

Seiring perkembangan zaman, Bali mulai dikenal dan kunjungi wisatawan. Kemudian, Puri Agung Kerambitan dibuka untuk kepentingan wisata.

“Karena dijadikan objek pariwisata dan juga edukasi budaya, kami pun disarankan menempelkan piring-piring keramik di areal puri,” kata Ngurah Indra Bangsawan.

“Selain keramik, leluhur kami juga menemukan patung. Patung itu sangat kami sakralkan, katanya hanya ada tiga di dunia, yakni di China, Vietnam dan di sini,” tambahnya.

Puri Agung Kerambitan menjadi salah satu obyek wisata. Sebelum masa pandemi, kunjungan rutin dilakukan oleh sejumlah wisatawan asal Eropa. Namun, dalam kondisi pandemi ini, kunjungan wisatawan menurun drastis.

Namun, untuk mempersiapkan pariwisata di era normal baru, pengelola Puri Agung Kerambitan memenuhi sarana protokol kesehatan untuk calon wisatawan.

“Kami sudah siap dengan protokol kesehatan, jadi kapanpun akses wisatawan asing dibuka kembali, kami sudah mempersiapkannya dengan baik,” ujarnya. (Way)