Kepala Dinperinaker Purworejo Tutup Pelatihan Prosesing di Tegalrejo

oleh
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto, saat menyerahkan sertifikat pelatihan kepada peserta terbaik, Septi Wulansari, Selasa (06/10/2020), dalam penutupan pelatihan prosesing pengolahan makanan, di balai desa Tegalrejo, Banyuurip - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto, Selasa (06/10/2020), secara resmi menutup pelatihan prosesing pengolahan makanan, di balai desa Tegalrejo, Banyuurip.

Pada penutupan yang dilaksanakan oleh UPT BLK ini, ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan kepada peserta dengan nilai terbaik, Septi Wulansari.

Dalam kesempatan tersebut, Gathot menyampaikan, bahwa di BLK Dinperinaker, ada dua jenis pelatihan, yakni pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan di BLK dengan sumber dana dari APBN, dan pelatihan berbasis masyarakat dengan sumber dana dari APBD yang dilaksanakan di luar BLK.

“Di perubahan anggaran ini, ada dua paket pelatihan berbasis masyarakat, salah satunya di Desa Tegalrejo ini,” ujar Gathot.

Dijelaskan pula oleh Khatamson, selaku Panitia Penyelenggara dari BLK Dinperinaker Purworejo, bahwa sumber dana untuk pelatihan prosesing di Desa Tegalrejo tersebut dari APBD Kabupaten Purworejo 2020.

“Jumlah peserta 16 orang, semuanya warga Tegalrejo. Pelaksanaan pelatihan, dari tanggal 14 September 2020 hingga 6 Oktober 2020, atau selama 120 jam pelatihan,” terang Khatamson, atau yang akrab dipanggil Soni ini.

Maksud dan tujuan pelatihan, ungkap Soni, untuk peningkatan produktivitas dan kwalitas tenaga kerja di Kabupaten Purworejo, dengan mengikuti pelatihan ketrampilan ini diharapkan para peserta pelatihan bertambah pengetahuan dan ketrampilannya sehingga mampu bersaing di pasar kerja maupun untuk berwirausaha mandiri.

“Juga untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Purworejo,” ujar Soni, sambil menambahkan, bahwa hasil pelatihan, baik sekali 3 orang, baik 13 orang, dan terbaik 1 orang atas nama Septi Wulansari.

Kepala Desa Tegalrejo, Budi Prakoso, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinperinaker, atas pelatihan prosesing yang diikuti warganya, karena tidak semua desa bisa mendapat pelatihan tersebut.

“Dengan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki bisa segera dimanfaatkan. Kita siap memfasilitasi melalui BUMDes,” ujar Budi. (Jon)

KORANJURI.com di Google News