Kepala BI Bali kepada Perbankan: Tahun 2020 Waktunya Permudah Kredit UMKM

    


ki-ka: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan wilayah Bali (KPwBI) Trisno Nugroho, Wagub Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan wilayah Bali (KPwBI) Trisno Nugroho, mengajak kalangan perbankan di Bali bergerak membantu UMKM. Seruan dan ajakan itu bukan tanpa alasan, mengingat bunga yang ditetapkan sudah rendah, termasuk loan to value (LtV).

“Yang penting, ayo perbankan jangan wait and see, kasih kredit kepada UMKM di Bali, sehingga dapat tumbuh dengan baik,” kata Trisno Nugroho pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Grha Tirta Gangga Gedung KPwBI Bali, Renon, Denpasar, Senin, 16 Desember 2019.

Berita Terkait
Gubernur Bali Ingin Perbankan Dukung Industri Berbasis Kearifan Lokal

Tahun 2020, Trisno Nugroho menghimbau, momen tersebut dimanfaatkan oleh pelaku perbankan di Bali dalam membantu kredit kepada UMKM.

“Sudah waktunya bank-bank, tahun 2020, ayo sama-sama, memberikan kredit untuk bedah UMKM dan pengusaha agar ekonomi Bali tumbuh dengan cepat,” ujarnya.

Keinginan Kepala KPwBI Bali juga didukung oleh anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya. Menurut Wirajaya, BI telah melakukan sejumlah kebijakan untuk perbankan dan seyogyanya kalangan perbankan juga mengikuti.

“Artinya apa yang sudah BI lakukan, sebaiknya juga diikuti oleh perbankan. Kalau itu sudah diikuti, ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik,” jelas Rai Wirajaya.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster yang diwakili Wagub Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dalam paparannya di depan peserta pertemuan tahunan Bank Indonesia menjabarkan, kondisi makroekonomi regional Bali semakin solid.

Soliditas itu tak lepas dari sinergi dan koordinasi intens dan berkesinambungan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota.

Koordinasi yang dilakukan selama ini meliputi, pelaksanaan pemantauan stok dan harga, pelaksanaan kegiatan pasar murah dan operasi pasar serta kerja sama antar daerah dengan TPID di wilayah lain.

Kerjasama itu memberikan kontribusi nyata pada capaian tingkat inflasi pada November 2019 sebesar 2,46% year on year (yoy). Prosentase itu mendekati batas bawah sasaran inflasi nasional tahun 2019 yang sebesar 3,50%±1% (yoy).

Pencapaian kinerja TPID Bali juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat dengan terpilihnya Kabupaten Badung sebagai TPID berprestasi dan Kabupaten Bangli sebagai nominasi TPID berprestasi 2018 tingkat kabupaten/kota di Kawasan Jawa-Bali.

“Penghargaan yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia ini merupakan bentuk hasil kerja nyata dari upaya kita bersama dalam pengendalian inflasi,” jelas Cok Ace.

Selain itu, pencapaian tingkat inflasi yang rendah menjadi salah satu faktor pendorong  menurunnya angka kemiskinan di Provinsi Bali. Data dari BPS menyebutkan, angka kemiskinan di Bali pada Maret 2019 tercatat sebesar 3,79 persen . Sedangkan Maret 2018 sebesar 4,01 persen. (Way)