Kendalikan Inflasi di Bangli, BI Rekomendasikan Perdagangan Antar Daerah

    


Bupati Kabupaten Bangli Made Gianyar (kiri) dan Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – BI Perwakilan Bali mensupport penuh pengembangan ekonomi dan pengendalian inflasi daerah di Bangli. Rekomendasi yang diberikan BI, diharapkan membantu memfasilitasi Kabupaten Bangli dalam kerjasama perdagangan antar daerah di Bali.

“BI juga mensupport perdagangan dari Kabupaten Bangli ke Jakarta maupun daerah lain. Ini untuk menyalurkan komoditas-komoditas yang dihasilkan di Bangli termasuk komoditas yang saat ini mengalami oversupply,” jelas Kepala BI Kantor Perwakilan wilayah Bali Trisno Nugroho, Kamis, 31 Oktober 2019.

Trisno menambahkan, selain meningkatkan kerjasama antar daerah, pihaknya juga mendorong agar dilakukan pengembangan produk hilirisasi seperti, ikan mujair kering, tomat pasta, saus tomat maupun saus cabai.

Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli pada Rabu (30/10/2019), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli menyampaikan kekhawatirannya dalam pasokan bawang merah dan cabai (bumbu-bumbuan). Sedangkan untuk pasokan daging ayam dan daging babi pasokan terjaga.

Sementara, Bupati Bangli Made Gianyar memaparkan, wilayah di pegunungan Kintamani itu pernah mengalami ketidakstabilan harga. Seperti kelebihan produksi ikan mujair di Desa Trunyan.

“Kami instruksikan seluruh ASN menyerap seluruh kelebihan produksi ikan mujair yang disesuaikan dengan jabatannya,” kata Made Gianyar.

Selain itu, dikatakan Made Gianyar, pemerintah juga memotivasi petani dengan insentif dalam menjaga ketersediaan air. Petani didorong tetap menanam pohon bambu dan tidak beralih menanam tanaman jeruk.

Pemerintah Bangli juga akan cold storage di tahun 2020 mendatang. Hal itu untuk menjaga kestabilan harga komoditas yang sering berfluktuatif karena didorong oleh supply dan demand.

“Kedepan Pemerintah melalui BUMD pangan dapat memulai membeli cold storage untuk penyimpanan daging,” kata Made Gianyar. (Way)