Kenal di Facebook, Remaja Asal OKI Renggut Kegadisan Siswi di Purworejo

    


Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan, bersama tersangka DS (19), warga Desa Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satreskrim Polres Purworejo, berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan DS (19), seorang pengangguran warga Desa Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

DS ditangkap polisi, karena dirinya telah melakukan persetubuhan dengan Bunga (15), pelajar kelas satu sebuah SMA di Purworejo, warga sebuah desa di wilayah Kecamatan Bagelen, pada Sabtu (14/9) lalu.

“Keduanya berkenalan lewat FB, kemudian berpacaran,” jelas Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, Kamis (19/9), dalam rilisnya.

Dijelaskan Haryo Seto, nasib pilu yang dialami Bunga, bermula dari perkenalan keduanya melalui FB beberapa waktu sebelumnya. Saat itu, tersangka menggunakan akun bernama Putra Tunggal. Dari perkenalan itu, keduanya saling bertukar nomer WhatsApp dan menjalin hubungan asmara.

Kepada tersangka, korban sempat curhat kalau dirinya pernah punya pacar bernama Yusuf, yang sering menerornya. Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka, dengan membuat akun bernama Yusuf.

Dengan akun tersebut, tersangka menggunakannya untuk meneror korban. Lewat FB Yusuf ini, tersangka bilang ke korban, kalau korban telah dikirimi makhluk halus, sehingga membuat korban tak tenang.

“Kemudian lewat WA, tersangka memperkenalkan kepada korban, akun facebook bernama Iqbal Bacod, dengan alasan Iqbal Bacod tersebut mengerti dengan hal-hal ghaib dan korban menyetujuinya. Padahal sebenarnya, akun Iqbal Bacod tersebut hanya akal-akalan tersangka,” ungkap Haryo Seto, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

Setelah menjalin pertemanan, lewat inbox FB Iqbal Bacod, tersangka bilang pada korban, supaya hidupmu tenang, keperawananmu diserahkan Putra. Menuruti saran tersebut, akhirnya pada Sabtu (14/9), tersangka dari Sumatera Selatan datang ke Purworejo menemui korban, dan keduanya melakukan persetubuhan satu kali.

Tersangka, kata Haryo Seto, sempat menjanjikan, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dia akan bertanggung jawab dengan menikahi korban. Akibat persetubuhan ini, korban merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil. Dia juga menjadi takut dan menyesal.

“Tak terima akan perbuatan tersangka, orangtua korban melaporkannya ke polisi. Dan tersangka berhasil ditangkap pada Minggu (15/9),” jelas Haryo Seto.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, satu buah baju kemeja lengan panjang warna putih motif bunga biru,
satu buah BH warna krem putih, satu buah jilbab segi empat warna hitam, satu buah rok panjang warna hitam, satu buah kaos dalam warna putih, satu buah celana dalam warna hijau muda dan 2 unit HP.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 81 (2) UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Haryo Seto, sambil menunjukkan sejumlah barang bukti. (Jon)