Kemendikbud Targetkan 34 Ribu Sekolah Gunakan Aplikasi SIPLah

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kemendikbud melalui Menteri Nadiem Anwar Makarim memaksimalkan penggunaan aplikasi untuk mewujudkan transparansi pengelolaan anggaran.

Di bidang Pengadaan Barang dan Jasa, tahun ini, Kemendikbud mentargetkan pengguna aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) sebanyak 34 ribu sekolah.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana mengatakan, SIPLah merupakan aplikasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di sekolah.

“Target 34 ribu sekolah ini dilakukan secara bertahap. Kalau sosialisasi sudah digencarkan, kami targetkan semua sekolah 100 persen sudah bisa dijangkau,” kata Erlangga, Kamis, 21 November 2019.

Platform SIPLah merupakan sistem elektronik yang menggandeng penyedia pasar daring atau e-marketplace besar di Indonesia. Diantaranya yakni, Blibli.com, Pesona Edu, Eurekabookhouse, Inti, Toko Ladang, dan Siplah Belanja.

“Sehingga sejak diluncurkan pada bulan Juni 2019, kinerja SIPLah terlihat cukup baik, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,3 triliun,” tambah Erlangga.

“Saat ini sudah pakai oleh 13 ribu sekolah, dengan melibatkan 107 ribu UMKM yang tersebar di enam marketplace,” tambahnya.

Platform SIPlah ini, kata Erlangga, juga membantu para pelaku UMKM yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Mereka bisa terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh suatu sekolah.

“Caranya mudah tinggal mendaftar di Siplah.Kemendikbud.go.id. Kita harapkan pelaku UMKM dan perekonomian di sekitar sekolah juga bisa hidup,” jelas Erlangga.

Menurut Erlangga, aplikasi daring pengadaan barang dan jasa, semata-mata untuk tatakelola keuangan sekolah yang baik. Keberadaan data transaksi menjadikan proses pengendalian dan pemantauan lebih mudah dan dapat meminimalisasi modus pengadaan fiktif.

Selain itu, dengan keterlibatan UMKM sebagai penyedia barang atau jasa, memberikan alternatif bagi sekolah mendapatkan opsi harga yang sesuai.

“Termasuk toko-toko yang berada di sekitar sekolah, juga bisa ikut,” jelas Erlangga. (*/Way)