Kemendikbud Luncurkan Sistem Baru SNMPTN 2020, Cermati Perubahannya

    


Kemendikbud meluncurkan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Tahun 2020 di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2019) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi mengatakan, ada aturan baru yang diberlakukan yakni, tentang pemeringkatan siswa pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Sekolah dengan akreditasi A, dapat mendaftarkan 40 persen peserta didik terbaiknya. Sekolah dengan akreditasi B mendapatkan kuota 25 persen dan akreditasi mendapatkan kuota 5 peserta didik.

“Sekolah bisa memilih siswanya dan data siswa bersangkutan dikirimkan ke sistem kami yang saat ini menggunakan Single Sign On (SSO)

Ravik menambahkan, untuk mencegah adanya penyimpangan oleh sekolah dalam melakukan pemeringkatan data peserta didik yang diusulkan, Kemendikbud akan melakukan croscheck terhadap nilai-nilai yang dimasukkan berupa, nilai semester satu sampai semester lim.

“Atas dasar itu semua, kami akan menanyakan jika ada hal-hal yang mencurigakan. Basisnya kami trust kepada sekolah. Sekolah mudah-mudahan bisa mengemban kepercayaan kami ini,” ujar Ravik.

Setiap calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020 melalui penerapan SSO, wajib memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi melalui laman

https://portal.ltmpt.ac.id

Pelaksanaan registrasi akun LTMPT dibagi menjadi dua cara. Pertama, untuk PDSS dan SNMPTN, akan dilaksanakan tanggal 2 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020.

Cara kedua, registrasi akun LTMPT untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan SBMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari-5 April 2020.

Sementara, Wakil Ketua I LTMPT, Mohammad Nasih mengingatkan kepada siswa, sekolah, dan masyarakat, untuk memperhatikan dengan cermat dan teliti terkait kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020.

Adapun penjadwalan untuk SNMPTN, registrasi akun LTMPT dapat dilakukan pada tanggal 2 Desember 2019 – 7 Januari 2020.

Pengisian PDSS dan pemeringkatan siswa oleh sekolah, mulai tanggal 13 Januari – 6 Februari 2020.

Pendaftaran SNMPTN mulai tanggal 11-25 Februari 2020.

Pengumuman SNMPTN pada tanggal 4 April 2020.

Kerangka waktu pelaksanaan SBMPTN:

Registrasi akun LTMPT dilaksanakan pada tanggal 7 Februari – 5 April 2020.

Pendaftaran UTBK tanggal 30 Maret-11 April 2020.

Pelaksanaan UTBK tanggal 20-26 April 2020.

Pengumuman hasil UTBK dijadwalkan pada 12 Mei 2020.

Untuk pelaksanaan SBMPTN

Pendaftaran pada tanggal 2-13 Juni 2020.

Pengumuman hasil SBMPTN pada 30 Juni 2020.

“UTBK adalah syarat wajib untuk ikut SBMPTN, ” ujar M. Nasih.

Pelaksanaan UTBK terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang dirancang untuk memprediksi peserta agar mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Syafsir Akhlus, mengatakan tahun 2020 penyelenggaraan UTBK hanya sekali.

“UTBK dulu dua kali, sekarang sekali. Alasannya, bahwa pelaksanaan UTBK dua kali tidak terlalu signifikan hasilnya. Tekanan di hari kedua untuk mendapatkan hasil yang lebih baik mengakibatkan tekanan tersendiri bagi peserta,” kata Syafsir.

Tak Ada Perbedaan Menonjol

Hasil evaluasi yang sudah dilakukan secara akademik menyimpulkan, tidak ada perbedaan yang mendalam antara hasil UTBK pertama dan kedua.

“Untuk yang SNMPTN dulu ada dua kali kesempatan sekarang hanya boleh satu kali. Tapi kami juga membuka kesempatan kepada mereka yang ingin, katakanlah dari jurusan IPA, mau mengambil IPS, kita ada tes campuran,” jelas Ravik Karsidi.

Tes campuran ini menurutnya, hal baru yang dibandingkan tahun 2019. Unsur tesnya meliputi, Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Yang membedakan, kata Ravik, pada TKA, maka seseorang yang mengambil tes campuran, berarti mengambil TPS kemudian TKA Saintek dan TKA Soshum.

“Jadi misalnya yang ingin mengambil IPS saja boleh, IPA juga boleh, dan satu lagi, untuk mereka yang mengambil campuran yaitu, IPA dan IPS.

UTBK berlangsung 7 hari secara berturut-turut, atau selama 14 sesi dengan 2 sesi setiap hari.

Saintek atau Soshum sesi pagi pukul 07.00–10.30, dan sesi siang pukul 12.30 – 16.15.

Kelas campuran, sesi pagi pukul 07.00 –11.45 dan sesi siang pukul12.30 – 17.15.

Setiap peserta diperbolehkan mengikuti tes sekali.

Untuk biaya UTBK, peserta dari kelompok Ujian Saintek atau Soshum membayar biaya UTBK sebagai syarat pendaftaran SBMPTN sebesar Rp 200 ribu.

Untuk kelompok ujian campuran, biaya pendaftaran sebesar Rp 300 ribu.

Adapun calon peserta Bidikmisi/KIP-Kuliah yang dinyatakan lolos persyaratan tidak membayar biaya UTBK. Peserta akan diberikan hasil tes secara individu sesuai dengan ketentuan yang ada melalui web.

Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Calon peserta penerima KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran program KIP Kuliah dan ADik melalui laman

http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ dan http://adik.kemdikbud.go.id/.

Calon peserta penerima KIP Kuliah dan ADik yang dinyatakan memenuhi persyaratan mendaftar UTBK di laman https://portal.ltmpt.ac.id dan tidak dikenakan biaya ujian.

Calon peserta penerima KIP Kuliah dan ADik yang dinyatakan tidak lulus SNMPTN 2020, menggunakan NISN dan NPSN untuk mendaftar UTBK dan tidak dikenakan biaya ujian.

Calon peserta penerima KIP Kuliah dan ADik yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2020 tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2020.

“KIP kuliah ini berkelanjutan dari KIP yang selama ini ada di SD, SMP, SMA dan SMK. Bagi mereka yang sudah teridentifikasi (berasal) dari kelompok miskin akan dijamin bisa ikut kuliah,” ujar Ravik.

Informasi resmi dan lengkap terkait semua tahapan seleksi dapat diakses pada laman resmi LTMPT yaitu, https://ltmpt.ac.id atau melalui call center 0804 1 450 450, mulai Senin, 18 November 2019 dan helpdesk http://halo.ltmpt.ac.id, atau dapat menghubungi Humas PTN. (*)