Kelompok Berkah Siongan Kembangkan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kelompok Pakan Ikan Mandiri Berkah Siongan asal Desa Banjarsari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil memproduksi pakan mandiri untuk ikan air tawar. Mereka memanfaatkan bahan baku lokal tepung ikan rucah, dedak halus, bungkil kopra, tepung jagung, ampas kecap, tepung biskuit dan probiotik herbal yang diracik sendiri.

Hasil produksi itu setiap bukan mencapai 5-6 ton. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengaspresiasi keberhasilan tersebut.

“Dengan pakan mandiri tersebut margin pembudidaya naik 50%, dulu keuntungan per kilogram hanya Rp 4 ribu sekarang jadi Rp 6 ribu,” jelas Slamet.

Slamet menjelaskan, kriteria bahan baku lokal untuk produksi pakan mandiri, diantaranya tidak bersaing dengan peruntukan industri lain. Selain itu, kandungan gizi tinggi, tersedia sepanjang tahun, mudah diolah dan tidak beracun.

“Apa yang dilakukan kelompok Berkah Siongan menjadi contoh sukses gerakan pakan mandiri, karena mereka benar-benar mandiri baik dalam mencari bahan baku lokal alternatif sampai memproduksi pakan dengan formulasi yang dibuat berdasarkan pengalaman dan Uji coba,” jelas Slamet.

Ketua Kelompok Berkah Siongan, Wahyudiono menyebutkan, produksi pakan mandiri ini untuk mencukupi kebutuhan pembudidaya di Kecamatan Sumberasih Probolinggo dan daerah sekitarnya.

“Awalnya tahun 2012 kami membuat pakan dengan menggunakan penggiling daging sederhana, kemudian tahun 2015 dapat bantuan dari KKP berupa mesin pellet, sejak saat itulah kami berinovasi dalam mengembangkan formulasi pakan,” cerita Wahyudiono.

Ia mengungkapkan untuk menciptakan formulasi pakan yang tetap maka perlu uji coba berulang-ulang untuk memperoleh formulasi nutrisi yang diperlukan ikan baik didalam jumlah dan perbandingan yang tepat untuk pertumbuhan ikan yang optimal.

“Ikan rucah di Probolinggo melimpah pada musim-musim tertentu, sehingga akhirnya kami beli ikan rucah yang kadar airnya masih sekitar 30%, kemudian diolah kembali dengan cara pengeringan supaya kadar airnya jadi 0%, sehingga bisa digiling menjadi tepung ikan,” jelasnya.

Kelompok Pakan Ikan Mandiri Berkah Siongan memperdayakan wanita-wanita nelayan yang tidak berkerja untuk menjadi tenaga upah untuk memproses bahan baku mentah menjadi bahan baku halus yang siap diformulasikan dalam bentuk pakan.

“Isti-istri nelayan yang tidak bekerja, kita ajak ikut membantu dalam pengolahan bahan baku mulai dari pengeringan, penepungan dan pengayakan hingga siap dicampurkan dalam adonan pakan”, terangnya.

Salah satu pembudidaya yang menggunakan pakan mandiri produksi Berkah Siongan, Ahmad Fatoni mengungkapkan bahwa biaya pakan bisa ditekan hingga 50%, karena mengandalkan pakan mandiri, sehingga keuntungan yang kami peroleh mencapai 30-50 persen untuk memproduksi lele ukuran 9-12 ekor per kg dalam waktu 3-4 bulan.

“Dengan pakan mandiri ini, pembudidaya ikan skala kecil seperti saya sangat terbantu, karena harganya relatif murah tapi kualitas tidak kalah dari pakan pabrikan,” kata Ahmad. (*)