Kelas Budaya Industri SMKN 1 Purworejo Dikunjungi Toyota

    


Tim dari Toyota, yang diketuai Mursyid, selaku Wakil Direktur AKTI, didampingi Budiyono, Kepala SMK N 1 Purworejo, saat menerima penjelasan tentang profil sekolah - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kelas Budaya Industri SMK N 1 Purworejo, mendapat kunjungan dari tim Toyota, Jum’at (1/3). Tim diketuai Mursyid, selaku Wakil Direktur AKTI (Akademi Komunitas Toyota Indonesia), mewakili Bob Azam, Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia).

Kedatangan delegasi Toyota ini, diterima Budiyono, selaku Kepala SMK N 1 Purworejo, beserta jajarannya. Mengawali kunjungannya, tim Toyota berkeliling ke lingkungan sekolah, dengan dipandu Sugeng Wiyono, selaku Humas.

Sugeng Wiyono memberikan banyak penjelasan tentang profil SMK N 1 Purworejo, dan prestasi atau inovasi yang telah dicapai siswa-siswanya. Tim Toyota secara khusus mengunjungi Kelas Budaya Industri, yang masuk dalam naungan YTA (Yayasan Toyota Astra).

Kunjungan tim Toyota ini, diakhiri dengan peresmian Bank Sampah Murakabi, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mursyid, selaku perwakilan Toyota. Usai penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dan foto bersama. Meski sempat diwarnai hujan deras, kunjungan yang juga dihadiri beberapa kepala SMK se Purworejo, beberapa kepala SMP mitra binaan Adiwiyata dan sejumlah tamu undangan ini berjalan lancar.

“Saya sangat mengapresiasi dengan SMK N 1 Purworejo ini, yang sudah banyak mengimplementasikan hal-hal yang dibutuhkan di industri, seperti 5 R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin), safety, dan penanganan lingkungan,” jelas Mursyid, usai peresmian.

Mursyid juga salut dengan SMK N 1 Purworejo, yang banyak mengukir prestasi yang sifatnya nasional. Menurutnya, hal ini sangat bagus. Yang perlu ditingkatkan, bagaimana sekolah ini bisa naik ke level internasional. Dan out put untuk SMK N 1 Purworejo, tidak hanya untuk industri nasional, tapi industri berskala internasional.

Dalam hal ini, kata Mursyid, dari pihak Toyota selalu memberi support, bagaimana masuk ke level-level standar industri. Dari hasil kunjungan, Mursyid menilai, pihak sekolah sudah mengikuti standar-standar pelaksanaan kelas budaya industri. Pihak manajemen sekolah juga sangat kuat untuk mendekatkan diri ke industri.

“Keberadaan bank sampah, merupakan aktivitas budaya industri yang dipindahkan ke sekolah, dengan penerapan 3 R (reduce, reuse, recycle),” ujar Mursyid.

Hal itu, menurut Mursyid, sangat bagus. Karena ketika nanti siswa masuk di dunia industri, sudah menjadi hal biasa dan tidak kaget lagi. Di dunia industri sendiri, ungkap Mursyid, kepedulian pada lingkungan lebih ditekankan dan diperketat. (Jon)