Kejahatan Terorisme Jadi Perhatian Polda Bali

    


Irjen Pol Sugeng Priyanto

KORANJURI.COM – Terorisme, gejolak sosial maupun street crimes atau kejahatan jalanan masih menjadi prioritas untuk diantisipasi jajaran Polda Bali. Hal itu disampaikan Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto di Mapolda Bali, Selasa, 29 Desember 2016.

Kapolda mengatakan, pengamanan menjelang pilkada Buleleng 2017 juga sudah disiapkan. “Untuk Bali hanya satu Pilkada Buleleng, sudah kita siapkan. Di bidang ekonomi isu-isu lama sudah kita akomodir seperti aksi tolak reklamasi juga eksekusi terhadap putusan pengadilan yang tertunda,” jelas Sugeng Priyanto.

Terkait dengan kesiapan anggotanya menghadapi ancaman terorisme, Jendral asal Purbalingga, Jawa Tengah ini mengakui masih terkendala jumlah body protector terutama rompi anti peluru.

“Sehingga saya siasati. Anggota yang tengah bertugas itu pakai rompi. Selesai tugas copot dan taruh di kantor lagi,” ujar Sugeng.

Kendala yang dihadapi di Polda Bali menjadi cerita tersendiri bagi Irjen Sugeng Priyanto yang segera akan digantikan Irjen Petrus Golose. Selain kekurangan body protector, rompi anti peluru yang tersedia juga berat saat dikenakan.

Karenanya, banyak petugas yang memilih tidak mengenakannya saat bertugas. Meski dalam kondisi berbahaya, Irjen Sugeng Priyanto mengatakan, anggotanya serasa lebih nyaman tanpa rompi anti peluru.

“Ada anggota yang mungkin over confidence tapi ada juga yang tidak suka pakai. Saya tidak tahu apa pertimbangannya,” jelas Sugeng.

Menjelang akhir tahun, Polda Bali juga merilis sejumlah gangguan Kamtibmas yang terjadi selama rentang waktu satu tahun. Yang paling disoroti kepolisian adalah merebaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh geng motor.

Irjen Sugeng mengatakan, selama ini pihaknya telah melakukan razia terhadap aksi liar para geng motor yang umumnya personilnya masih berusia remaja.

“Saya tidak ingin kejadian di Yogya atau Bandung terjadi di Bali,” jelas Sugeng.
 
 
Yan