Keharuan di Acara Pisah Sambut Kapolres Purworejo

    


Upacara Pedang Pora, menyambut kedatangan Kapolres Purworejo yang baru, AKBP Rizal Marito, Jum'at (17/1/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – AKBP Rizal Marito resmi menjabat sebagai Kapolres Purworejo menggantikan AKBP Indra Kurniawan Mangunsong. Serah terima jabatan keduanya sudah dilakukan Rabu (15/1) lalu, di Mapolda Jateng, dipimpin oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Pejabat baru, Rizal Marito, sebelumnya berdinas di Polres Metro Bekasi, Polda Metro Jaya, sebagai Kasatreskrim. Untuk selanjutnya, Indra Kurniawan Mangunsong menjabat sebagai Kasubbagum Bagrennim Akpol Lemdiklat Polri.

Kedatangan AKBP Rizal Marito, Jum’at (17/1) pagi, disambut dengan upacara pedang pora yang dipimpin oleh Kasat Binmas, AKP Prayogo Setyabudi, dan dilanjutkan dengan pemotongan pita. Selanjutnya, pejabat baru memasuki mapolres

Tadisi upacara pedang pora ini, dilakukan oleh Polres Purworejo, sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan saat memasuki Mapolres.

Kedua pejabat, baik Indra Kurniawan Mangunsong maupun Rizal Marito, selanjutnya menuju aula. Para anggota Polres Purworejo sudah menunggunya, untuk mengikuti acara kenal pamit pejabat baru dan pejabat lama.

Dari aula, dilanjutkan dengan upacara pedang pora, untuk menghantarkan pejabat lama, Indra Kurniawan Mangunsong.

“Terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Dan saya bangga pernah menjadi bagian dari Polres Purworejo,” ujar Indra Kurniawan Mangunsong di hadapan para anggota.

Seluruh anggota Polres Purworejo, beserta peserta upacara lainnya tampak berjajar mengular, dari halaman hingga pintu keluar. Satu persatu, para anggota bersalaman dengan Indra Kurniawan Mangunsong dan istri. Isak tangis pun mewarnai pelepasan Kapolres yang sangat dekat dengan anak buahnya itu. Suasana pun tampak mengharukan.

Dan sampai barisan terakhir, sejumlah anggota Banser menggendong Kapolres lama dan Kapolres baru, dan mengantarnya hingga pintu gerbang. Sebuah bis sudah menunggu Indra Kurniawan Mangunsong dan istri.

“Beliau itu sangat dekat dengan anak buahnya. Tak heran jika kami merasa kehilangan,” ujar salah satu polwan, sambil menyeka air matanya. (Jon)