Kegiatan yang Ikonik di SMP PGRI 2 Denpasar, Simak Berikut ini…

    


Parade Budaya oleh siswa SMP PGRI 2 Denpasar, Senin, 5 Juni 2017 - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMP PGRI 2 Denpasar mengusung berbagai kegiatan sebagai ikon sekolah, diantaranya Parade Budaya yang digelar selama dua hari, 5-6 Juni 2017. Kegiatan sebagai bagian penerapan ekstra kurikuler yang selama ini diikuti siswa di sekolah.

Kepala SMP PGRI 2, I Gede Wenten Aryasuda mengatakan, dalam kalendar sekolah dalam setahun pihaknya menyelenggaran dua kali kegiatan budaya yakni Gebyar Budaya dan Parade Budaya.

“Gebyar Budaya diadakan menjelang Hari Raya Saraswati, sedangkan Parade Budaya seperti sekarang ini berupa eksibisi,” jelas Gede Wenten Aryasuda, Senin, 5 Juni 2017.

Dalam Parade Budaya ini berbagai atraksi kesenian ditampilkan oleh siswa. Tari-tarian formil seperti Sekar Jagad yang merupakan tari penyambutan dalam sebuah acara resmi ditampilkan oleh siswa, termasuk tari Jempiring yang menjadi ikon Kota Denpasar.

Yang menarik dari penampilan tarian itu adalah tari Trunajaya. Konon, nama Trunajaya sendiri disematkan langsung oleh Bung Karno.

“Ini tarian yang bagus dan menarik dalam konteks kekinian. Lagipula, siswa sudah berlatih membawakan tarian Trunajaya,” jelas Gede Wenten Aryasuda.

Selain eksibisi tari-tarian, dalam Parade Budaya itu juga diisi dengan satu perlombaan yakni, lomba berbusana adat ke Pura. Jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 22 pasangan.

Di bidang seni, siswa SMP PGRI 2 Denpasar juga memiliki catatan bagus dalam berbagai perlombaan. Pada kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Bali, kata Aryasuda, siswanya mendapatkan juara kedua Lomba Kidung.

“Piala ini sekarang diserahkan ke sekolah. Dari catatannya, siswa kami memang kerap menjuarai lomba Kidung,” ujarnya demikian.

Kegiatan sekolah yang menjadi ikon di SMP PGRI 2 Denpasar antara lain, Grisda Arti Competition (GAC) yang melibatkan siswa SD sebagai peserta maupun Grisda Computers Championship (GCC) yang juga dikhususkan untuk siswa sekolah dasar.

Saat ini, pihaknya tengah merancang Olimpiade sains berbasis IT yang melatih siswa sedini mungkin dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Tahun depan baru kita laksanakan olimpiade berbasis sains ini. Kami memiliki perangkat komputer cukup untuk olimpiade itu,” jelas Aryasuda.
 
 
Way