Kedepankan Tindakan Edukatif dan Persuasif, Polres Purworejo Gelar Operasi Zebra

    


Penyematan tanda pita operasi Zebra 2022 oleh Waka Polres Purworejo Kompol Aldino Agus Anggoro S.E., S.I.K, Senin (03/10/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dengan mengedepankan tindakan edukatif dan persuasif, Polres Polres Purworejo menggelar operasi Zebra Candi 2022, yang ditandai dengan apel gelar pasukan dan penyematan pita tanda operasi, Senin (03/10/2022), di halaman mapolres setempat.

Dijelaskan oleh Waka Polres Purworejo Aldinot memimpin jalannya apel, Operasi Zebra Candi 2022 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, dari Senin (03/10/2022) hingga Minggu (16/10/2022), dengan melibatkan 58 personel.

“Jumlah kecelakaan lalu lintas pada operasi Zebra Candi 2021 ada 605 kejadian, mengalami kenaikan 59 % dibandingkan dengan periode sebelumnya tahun 2020 dengan 380 kejadian,” jelas Wakapolres.

Disampaikan pula, jumlah korban meninggal dunia Operasi Zebra Candi tahun 2021 sebanyak 31 orang mengalami kenaikan 19 % dibanding dengan periode sebelumnya di tahun 2022 sebanyak 26 orang.

“Dalam mengatasi bidang lalu lintas perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder supaya dapat diambil langkah yang komprehansif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas,” kata Waka Polres.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra ini, menurut Waka Polres, tidak berorientasi pada penegakan hukum lantas atau tilang namun seluruh kegiatan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasive serta humas, didukung dengan kegiatan penegakan hukum secara elektronik dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Diharapkan, kata Waka Polres, dengan adanya Operasi Zebra Candi ini dapat memujudkan masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas serta melaksanakan tugas dengan professional, bermoral dan humanis dengan cara senyum sapa salam, namun tegas dalam tindakan kepolisian.

Prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran dalam Operasi Zebra ini, meliputi, helm SNI, melanggaar APILL, melanggar rambu dan Marka, mengemudi tidak wajar, pengendara dibawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu, sabuk keselamatan/safety, batas kecepatan, overload dan over dimensi. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS