Kecanduan Game Online, 9 ABG Nekad Curi Uang Sajen di Pura

    


9 ABG yang rata-rata masih bersekolah di tingkat SMP dan SMA nekad mencuri uang sesari di Pura wilayah Kuta Selatan untuk membiayai sewa game online - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Merasa kecanduan dengan game dunia Maya, 9 pelajar di wilayah Kuta Selatan harus berurusan dengan polisi. Pengusutan kasus itu bukan lantaran game online yang membuat mereka kecanduan. Tapi, karena para pelajar itu melakukan aksi pencurian sesari atau sesajen berupa uang di sejumlah pura yang ada di wilayah Kuta Selatan.

Aksi nakal ABG itu membuat gerah warga yang tempat persemahyangannya di Desa jadi target pencurian. Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Wayan Latra mengatakan, warga melaporkan pencurian uang sesari yang terjadi secara berulang di Pura Desa.

“Kejadian itu baru dilaporkan setelah ada pengrusakan kecil di Pura Telaga, Jimbaran,” jelas Wayan Latra, Selasa, 11 Juli 2017.

Pada saat itu, pelaku sempat diteriaki warga dan kabur meninggalkan sepeda motor mereka. Akibatnya, 3 sepeda motor yang ditinggalkan pelaku jadi sasaran amuk warga.

Dalam penyelidikannya, tim Buser Polsek Kuta Selatan berhasil meringkus 4 remaja pada Selasa (11/7/2017). Kemudian berkembang lagi menjadi 9 orang setelah dilakukan pendalaman.

“Rata-rata mereka berusia 16-19 tahun. Bahkan ada pelaku yang kita amankan usai mengikuti kegiatan MOS (mPLS) di sekolah,” jelas Latra.

Dari pengakuan mereka, pencurian itu dikomandoi oleh Ags (16) dengan 7 TKP yang berbeda. Mengingat usia pelaku masih dibawah umur, polisi berniat memanggil orangtua untuk dilakukan pembinaan.

“Tapi proses tetap berjalan,” jelas Wayan Latra.

Polsek yang berkoordinasi dengan perangkat desa setempat juga akan melakukan razia di tempat-tempat permainan dunia maya. Batasan operasional para operator game online di wilayah Kuta Selatan juga bakal dibatasi sampai pukul 23.00 wita.

“Selama ini sampai 24 jam operator game online ini buka,” jelas Wayan Latra.
 
 
Yan