Kebiasaan Religius di SMP Wisata Sanur, Sebelum Ikuti UN, Siswa Matur di Pura

    


Kepala SMP Wisata Sanur, Gusi Made Raka - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ada kebiasaan unik namun memberikan dampak positif yang dilakukan siswa SMP Wisata Sanur setiap kali akan menggelar UNKP. Selama 2 tahun ini jadwal UNBK dan UNKP tidak bersamaan.

Ujian komputer sesi pertama dimulai pagi hari, sedangkan UNKP dimulai pada pukul 10.30 wita atau setelah UNBK sesi pertama selesai. Jeda waktu itu dimanfaatkan siswa SMP Wisata Sanur untuk melakukan persembahyangan secara perorangan maupun kelompok-kelompok kecil sebelum mengikuti Ujian Nasional.

“Karena masih ada waktu yang cukup lama, maka kami menyarankan siswa untuk menggelar sembahyang agar selalu siap menghadapi UN,” jelas Kepala SMP Wisata Sanur, Gusi Made Raka.

Kegiatan itu berlaku bagi siswa pemeluk agama Hindu maupun keyakinan agama lain. Gusi Made Raka menambahkan, bagi pemeluk agama lain bisa melakukannya di rumah atau di tempat ibadah atau bisa juga di sekolah.

“Saat siswa datang ke sekolah langsung registrasi. Jadi kita akan tahu dan cepat mengatasi jika ada kendala kehadiran,” ujar Gusi Made Raka.

SMP Wisata Sanur belum memberlakukan pola ujian berbasis komputer. Tahun ini UNKP di sekolah yang berada di jantung wisata Sanur itu, diikuti oleh 446 siswa yang terbagi dalam 23 ruangan.

Namun, menurut Gusi Made Raka, pihaknya akan mengikuti anjuran pemerintah jika nanti semua sekolah diwajibkan menggelar ujian nasional Berbasis komputer. Meski begitu, kualitas UNKP sendiri setara dengan UNBK. Integritas juga dapat terwujud dengan menggelar ujian nasional berbasis kertas dan pensil. (Way)