Kebakaran di Sumbawa Dipicu Rentetan Musibah Gempa Lombok, Pangdam Udayana Perintahkan Dirikan Posko

    


Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengunjungi wilayah Sumbawa untuk meninjau kebakaran di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengunjungi wilayah Sumbawa untuk meninjau kebakaran di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Gempa sebelumnya juga meluluhlantakkan wilayah Sumbawa.

Kebakaran diduga terjadi karena adanya hubungan pendek arus listrik akibat runtuhnya bangunan dan kabel-kabel listrik yang terputus. Setidaknya, 26 unit rumah terbakar di Desa Pulau Bungin yang dikenal sebagai daerah pemukiman para nelayan dan berpenduduk padat.

“Saya sudah perintahkan untuk segera membangun tenda di Puskesmas, Kecamatan Alas sebagai Pos bantuan pengobatan dan logistik,” jelas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Selasa, 22 Agustus 2018.

TNI, menurut Benny, siap membantu pemerintah daerah dan warga untuk memulihkan NTB.

Sementara, gempa susulan masih terjadi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat telah terjadi 17 kali gempa dengan kekuatan berkisar antara 3,0 sampai dengan 5,1 SR menimpa wilayah Nusa Tenggara Barat pada pada Selasa (21/8/2018).

“Gempa susulan mengakibatkan bertambahnya korban jiwa, luka maupun korban materiil di wilayah Nusa Tenggara Barat,” jelas Kapendam IX/Udayana, Letkol Kav Jonny Harianto, Selasa, 22 Agustus 2018.

Data yang ada menyebutkan, gempa Lombok mengakibatkan korban meninggal dunia 514 orang, luka berat 702 orang dan luka ringan 794 orang. Kerugian materiil meliputi kerusakan rumah sebanyak 59.280 unit, faslitas umum 266 unit dan jumlah pengungsi sebanyak 431.436 orang yang tersebar di wilayah Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Utara dan Lombok Tengah. (*)