Kasus Threesome di Buleleng, Oknum Guru Beri Cap ke Korban Siswi Bandel

    


Kedua pelaku diamankan di Polres Buleleng - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dalam kasus persetubuhan threesome di Buleleng, Oknum guru perempuan bernama Ni Made SND (29), punya peran lain sebagai orang yang mengajak siswinya sebut saja Jasmine (15).

Perempuan warga Jalan Pulau Batam, Banyuning, Buleleng ini memiliki pandangan negatif terhadap korban Jasmine. Pengakuan itu diungkap pelaku laki-laki bernama AA Putu W (36) di depan polisi dan media yang mewawancarai.

Terkait: 
Miris! Oknum Guru Perempuan di Buleleng Ajak Siswi Beradegan Threesome

“Terobsesi sama video dan kami sudah dua tahun pacaran sama SND. awalnya saya kan bercanda (minta dicarikan wanita lain). Dia (pelaku perempuan) ngasih tahu saya, salah satu muridnya ada yang nakal,” jelas AA Putu W di Mapolres Buleleng, Kamis (7/11/2019).

AA Putu W menambahkan, korban hanya sekali diajak dalam permainan tak senonoh itu. Namun, dikatakan lagi, korban tidak terganggu dengan adegan panas yang mereka berdua lakukan.

Soal pandangan negatif terhadap salah satu siswinya itu, Ni Made SND mengaku, kalau dirinya banyak mendengar kabar bahwa Jasmine merupakan anak bandel.

“Saya ajak jalan-jalan (korban), terus ke kos pacar. Dalam kamar cuma ngobrol, sementara saya melakukan bersama pacar, dia diam,” kata Ni Made SND.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, perbuatan cabul itu atas laporan orangtua korban. Sebelumnya, berhembus kabar kalau Jasmine menjadi korban pelecehan seksual.

“Dari bukti-bukti yang ada, kedua pelaku diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Vicky.

Pelaku perempuan dijerat pasal 81 (1) Jo pasal 82 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Sedangkan, pelaku pelaku laki-laki dikenakan pasal 81 ayat (1), ayat (2) UU RI. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (*)