Kasus Kematian Covid-19 Bertambah, Gubernur Minta Lebih Waspada dan Disiplin

    


Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kematian akibat covid-19 pada anak usia 12 tahun di Gianyar, mendapat tanggapan dari Gubernur Bali Wayan Koster.

“Kita harus lebih waspada lagi, harus lebih disiplin menjaga protokol kesehatan,” kata Gubernur Bali kepada wartawan saat doorstop usai menyerahkan bantuan stimulus koperasi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa, 2 Juni 2020.

Pada 30 Mei 2020, salah satu pasien covid-19 asal Desa Serongga Kelod, Gianyar dinyatakan meninggal dunia. Kepastian positif covid-19 terkonfirmasi setelah uji sampel swab keluar pada Senin (1/6/2020) dan hasilnya positif.

Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gianyar, I Made Wisnu Wijaya menjelaskan, pasien menderita demam pada 24 Mei 2020.

Berita Terkait
38 Orang Jalani Rapid Test Pasca Kematian Siswa SD di Gianyar Akibat Covid-19

Bertambah, 1 Pasien Meninggal Dunia Covid-19 di Bali Berusia 12 Tahun

Pada 28 Mei 2020, pasien dirawat di RS Ganesha Gianyar dengan gejala tambahan berupa mual, muntah, myalgia dan susah menelan.

“Diagnosa awal suspect demam berdarah,” kata Made Wisnu Wijaya, Senin (1/6/2020).

Pasien kemudian dirujuk ke RS Sanglah dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (30/6/2020).

“Ditindaklanjuti dengan perawatan di ruang PICU dengan diagnosa susp ensefalitis. Pasien lalu dirujuk ke RS Sanglah dan dinyatakan meninggal dunia pada 30 Mei 2020,” jelas Wisnu Wijaya.

Sementara, update covid-19 di Bali pada Senin (1/6/2020), terjadi penambahan positif covid-19 sebanyak 17 orang. Jumlah itu terdiri dari 8 pekerja migran Indonesia dan 9 kasus transmisi lokal. Sehingga angka akumulasi pasien positif covid-19 sebanyak 482 orang.

Jumlah kesembuhan sebanyak 334 orang, atau bertambah 5 orang WNI, terdiri dari 1 orang PMI dan 4 orang transmisi lokal.

Total angka meninggal dunia sebanyak 5 orang, atau bertambah 1 orang WNI dari kasus transmisi lokal. (Way)