Kasus Gantung Diri juga Dilakukan oleh Perempuan di Payangan Gianyar

oleh
Petugas kepolisian dan Puskesmas saat memeriksa jenazah korban, Minggu (6/12/2020) - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Seorang perempuan, Ela Santika (29) alamat Perum Grahalia Sri Gading, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Badung ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur lantai dua.

Aksi nekad itu dilakukan di rumah orangtuanya I Nyoman Sudira di Banjar Paneca, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, Minggu (6/12/2020). Belum diketahui pasti penyebab perempuan muda itu tewas gantung diri. Namun, dugaannya ada sejumlah persoalan di keluarganya.

Informasi yang ada, pada Minggu (6/12/2020) sekitar 08.30 wita bertempat di Perumahan di Banjar/Desa Buduk, Mengwi, Badung, korban Ela Santika pamitan dengan suaminya Dewa Putu Surya Adnyana (28).

Saat itu, saksi Dewa Putu Surya Adnyana bilang akan menyusul orang tuanya dan keluarga dari Cepik. Tujuannya, untuk membicarakan masalah keluarga antara Ela dengan suaminya. Selanjutnya Ela berangkat sendiri ke Payangan.

Sekitar pukul 11.00 wita Ela Santika tiba rumahnya, di Banjar Paneca, Payangan.
Korban sempat bilang, bahwa keluarganya yang dari Tabanan akan datang. Sembi lalu menyuruh Ela untuk makan dan istirahat.

Selesai makan, Ela istirahat sambil melihat ponselnya. Sekitar pukul 14.00 wita, Ela naik ke lantai dua dan masuk ke kamar atas atau lantai dua. Kemudian sekitar pukul 16.00 Wita, datang I Nyoman Sudira (48), ayah Ela.

Mengetahui anaknya datang, Sudira naik ke kamar lantai dua dengan maksud menemui Ela. Saat membuka kamar tidur, Sudira melihat anaknya sudah tergantung dengan kain daster di kusen jendela kamar.

Tanpa pikir panjang Sudira langsung menurunkan tubuh Ela dari kusen jendela kemudian merebahkan di Kasur. Saat dibaringkan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dan dingin.

Kapolsek Payangan, AKP Made Tama yang dihubungi mengatakan, jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka Tabanan. Sehingga polisi Polsek Payangan mendatangi rumah duka di Tabanan. Polisi minta keterangan sejumlah saksi dan juga menghubungi petugas Kesmas Penebel, Tabanan

“Polsek Payangan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Penebel, Tabanan dan petugas medis UPT Kesmas Penebel mengajukan visum et revertum. Hasil pemeriksaan medis dokter Ni Nyoman Fitria Octaviani dari UPT Kesmas Penebel ditemukan tanda jeratan pada leher, tampak kebiruan pada sekitar jeratan leher, ada busa pada mulut korban,” ujarnya.

Kesimpulan sementara korban meninggal dunia karena tidak bisa bernafas dan tanda tanda tersebut diatas biasa terdapat pada korban gantung diri.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dilakukan orang lain. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan kematian Ela Santika itu sebagai musibah,” kata Kapolsek Payangan AKP I Made Tama. (ning)

KORANJURI.com di Google News