Kasus Dino Dinata, Kuasa Hukum: Jangan Bikin Cerita Fiktif di Media

    


Edward Tobing - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Edward Tobing berang bukan kepalang. Salah seorang kuasa hukum Dino Dinata ini pantas marah besar, karena kliennya yang bernama Njoo Daniel Dino Dinata, dituduh memalsukan tandatangan dalam peristiwa jual beli tanah di Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Ditemui di Denpasar, Minggu (16/06/2019) Edward Tobing menjelaskan, berdasarkan kesaksian notaris I Ketut Ariana dalam persidangan, proses jual beli tanah itu dilakukan sendiri oleh terdakwa I Made Anom Antara.

“Artinya, tidak mungkin klien kami memalsukan tanda tangan seperti yang dituduhkan, karena sebagaimana keterangan saksi notaris, bahwa terdakwa sendiri yang membuat AJB,” jelasnya.

Edward Tobing makin berang karena tuduhan tak berdasar itu dimuat di media online tanpa konfirmasi dangan pengacara Dino Dinata.

“Media kalau ingin memuat berita terkait klien kami, buatlah yang ada di persidangan, jangan di luar persidangan. Boleh di luar persidangan tapi kalau itu menyudutkan klien kami, wajib konfirmasi dulu ke kami,” kata Edward Tobing, Minggu, 16 Juni 2019.

Edward meminta agar media tidak membuat opini tentang kliennya yang justru dapat menyesatkan publik. Apabila itu dilakukan, maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah dengan membawa persoalan tersebut ke dewan pers, bahkan tidak menutup kemungkinan akan melapor ke kepolisian.

“Saya tegaskan karena ini sudah menyudutkan klien kami dengan opini, kami akan melakukan upaya hukum kepada siapapun yang membuat dan memuat di media online tanpa konfirmasi terlebih dulu,” jelasnya.

Edward balik bertanya, jika dikatakan ada pemalsuan tandatangan dalam proses jual beli tanah, harus dibuktikan dengan bukti hasil labfor terkait palsu atau tidaknya tandatangan tersebut.

“Jangan kita mengada-ada membuat satu karangan atau cerita fiktif, sehingga publik menganggap akta jual beli dipalsukan. Dia selaku pribadi serta dia juga selaku, Direktur Utama, itu peristiwa jual belinya,” kata Edward. (*)