Karya Musikal dari Balik Dinding Penjara

    


Antrabez atau Anak Terali Besi yang merupakan grup band binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar. Antrabez merilis Album musikalisasi berjudul 'Saatnya Berubah' yang berisi 6 buah lagu - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Enam buah lagu berhasil dirilis oleh grup Band Antrabez yang seluruh personilnya masih aktif sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas terbesar di Bali itu. Karya musikalisasi ini lahir dari keterbatasan dinding penjara Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar.

Antrabez merupakan akronim dari Anak Terali Besi yang sebelumnya tergabung dalam sanggar seni yang ada di Lapas tersebut. Kalapas Kerobokan, Slamet Prihantoro mengatakan, lahirnya Antrabes menjadi bagian dari pembinaan yang ada di dalam Lapas

“Awalnya hanya grup penggembira di LP untuk menghibur diri. Tapi kemampuan mereka layak diapresiasi kemudian masuk ke dapur rekaman,” jelas Slamet Prihantoro yang akrab disapa Toro, Rabu, 26 Oktober 2016.

Album berjudul ‘Saatnya Berubah’ yang dibesut 8 personil warga binaan itu, menurut Toro, menjadi bukti pembinaan di Lapas Kerobokan tak hanya mengedepankan aturan tapi juga memberikan kesempatan untuk berkreasi.

“Kami ijinkan mereka melakukan rekaman diluar lapas dengan pengawalan. Banyak pertanyaan, apakah mereka tidak akan lari. Saya tidak mengikat mereka dengan borgol tapi saya ikat dengan hati,” ujar Toro saat menggelar soft launching album Antrabez.

Album bergambar ilustrasi Lapas Kerobokan itu berisi 6 buah lagu ditambah satu extra track lagu berbahasa Inggris berjudul ‘Rainbow’. Album ‘Saatnya Berubah’ rencananya akan dirilis ke publik dengan produksi awal 500 keping compact disc.

Pesan Perdamaian dan Religi