Karena Cinta Segitiga, Pria ini Babak Belur Dikeroyok OTK

    


Korban Dimiati tergolek lemah di rumahnya setelah dikeroyok oleh orang tak dikenal

KORANJURI.COM – Akibat cinta segitiga pria bernama Dimiati (30), Banjar Dinas Pancoran, Desa Panjianom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, dianiaya oleh tiga orang tak dikenal (OTK). Kasus penganiayaan itu kini tengah didalami polisi untuk mengungkap pelaku dan motif yang sebenarnya.

“Korban sudah kami mintai keterangan dan kami sudah punya ciri-ciri pelakunya. Kasus ini terus kami kembangkan termasuk meminta keterangan dari pacar korban,” kata Kapolsek Sukasada, AKP Gede Arya Wibawa.

Kasus yang menimpa pria yang kesehariannya berjualan kasur itu berawal dari kisah cinta antara korban Dimiati dan pacarnya yang seorang janda berinisial AW (45). Pada malam kejadian, Rabu, 2 Desember 2015, korban mendapat panggilan telepon dari AW. Korban diminta datang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah sang pacar, disitu sudah menunggu tiga orang tak dikenal yang secara tiba-tiba langsung menyerang korban. Dimiati yang tak siap sontak jadi bulan-bulanan ketiga pengeroyok tersebut. Bahkan kakinya sempat terkena sabetan senjata tajam yang mengakibatkan luka terbuka sedalam 4 cm.

Informasi yang ada menyebutkan, AW janda beranak dua itu sudah menjalin hubungan dengan pria lain sejak 2 tahun lalu. Sementara bersama Dimiati, AW baru tiga bulan menjalin hubungan asmara.

Selain luka robek yang harus mendapat jahitan, di bagian wajah korban juga lebam dengan memar yang cukup parah termasuk bengkak di bagian bibir. Bahkan salah satu matanya sulit untuk ditutup karena mengalami pembengkakan.
Kasus tersebut masih ditangani Kepolisian Sektor Sukasada, Buleleng. Untuk meminta keterangan, polisi harus datang ke rumah korban karena lukanya yang tergolong parah.
 
 
way/be