Kantor Kecamatan Buleleng Jadi Sasaran Terorisme

    


Simulasi penanggulangan teror (Gultor) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kantor Kecamatan Buleleng didatangi oleh empat orang tak dikenal dengan menggunakan sepeda motor, Senin 22 Februari 2016. Pada saat bersamaan terdengar tiga kali ledakan berbarengan rentetan tembakan.

Kantor Kecamatan menjadi sasaran terorisme. Tak pelak serangan itu membuat pegawai berhamburan keluar kantor untuk menyelamatkan diri. Dua korban yang teridentifikasi sebagai pegawai kantor Kecamatan tewas akibat serangan itu.

Tak berselang lama, kepolisian secara sigap datang ke lokasi serangan kawanan teroris itu usai mendapatkan laporan. Baku tembak di tempat kejadian tak terhindarkan lagi. Empat peneror tersudut dan polisi berhasil menumbangkan dua orang teroris dan menangkap hidup-hidup dua orang lainnya.

Usai mengamankan lokasi, petugas penjinak bom menyisir lokasi dan menemukan sebuah bom yang belum diledakkan oleh terduga pelaku. Bom tersebut kemudian diledakkan.

Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi Badjuri, mengatakan, simulasi penanganan terorisme itu untuk melatih kecakapan anggotanya menghadpi serangan secara tiba-tiba.

“Skenarionya kantor Kecamatan Buleleng jadi sasaran serangan terorisme. Semua berjalan sesuai skenario dan kami memberikan apresiasi kepada anggota,” jelas Harry Haryadi.

Pihaknya merasa yakin, dengan simulasi yang diadakan menjadikan personil Polri di Markas Polres Buleleng semakin terasah kemampuannya menghadapi aksi terorisme.

“Kami yakin anggota Polres Buleleng siap menghadapi dan mengatasi ancaman serangan terorisme,” kata Harry.
 
 
way/be