Kampanye Hitam Soal Bali, Menparekraf Wishnutama Angkat Bicara

    


Menparekraf Wishnutama Kusubandio di Nusa Dua Bali, Jumat, 22 November 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pariwisata di Bali belakangan ramai diperbincangkan karena sorotan negatif dari media asing. Banyak kalangan berpendapat, rekomendasi agar Bali tak dikunjungi tahun depan, merupakan kampanye hitam dari para kompetitor.

Selama ini, Bali selalu mendapatkan apresiasi dari turis mancanegara melalui voting yang dirilis oleh sejumlah media pariwisata berpengaruh dari luar negeri.

Terkait hal itu, Menparekraf Wishnutama Kusubandio pun ikut angkat bicara. Mantan bos salah satu stasiun televisi swasta nasional ini mengatakan, sampai saat ini Bali tak perlu diragukan lagi dari tingkat kunjungan wisman maupun destinasi wisata yang ada.

“Itu cuma di media itu aja, orang, Bali masih sangat kaya dan punya potensi yang jauh lebih banyak kok,” kata Wishnutama di Nusa Dua, Bali, Jumat, 22 November 2019.

Menurutnya, pemberitaan itu sebaiknya disikapi dengan pembenahan-pembenahan yang perlu dilakukan. Sehingga pariwisata Bali jauh lebih atraktif dan mampu mendatangkan wisatawan yang lebih berkualitas.

“Kadang-kadang media itu kan perlu taktik juga, agar orang mau baca,” ujarnya.

Menurutnya, Bali masih menjadi penyumbang wisatawan asing terbesar sebanyak 40 persen atau setara 4,6 juta dari seluruh wisman yang berkunjung ke Indonesia.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya juga mengungkapkan, stigma negatif yang dikembangkan di luar negeri terhadap destinasi Bali merupakan strategi kampanye pesaing. Soal over tourism?

“Setiap tahun Bali selalu diputuskan oleh forum masyarakat dunia sebagai destinasi terbaik,” kata Koster.

“Enggak apa, kita buat terobosan untuk kita semua. Maka kedepan sudah harus merubah gaya hidup, cara hidup dengan budaya hidup bersih,” kata Gubernur saat launching Pergub Nomor 47 Tahun 2019 di Jaya Sabha, Kamis, (21/11/2019) kemarin. (Way)