Kabupaten Sumba Barat Memastikan Jadi Co-Host di BBTF 2020

    


Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur menyatakan kesiapannya menjadi co-host dalam event Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) ke-7 tahun 2020 mendatang.

Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni menyatakan, pihaknya memastikan bakal all-out mempromosikan semua tempat wisata di Sumba. Termasuk, mengajak pelaku dan industri pariwisata untuk mempromosikan produk jasa dan barang yang akan dijual kepada wisatawan

“Nanti kita akan bawa seluruh potensi pariwisata yang ada disana, spot-spotnya seperti apa akan kita bawa kesini,” jelas Toni di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Jumat, 28 Juni 2019.

Kabupaten Sumba Barat memiliki panorama alam yang sangat indah. Toni menyebut, setiap tempat di Kabupaten Sumba Barat merupakan destinasi wisata, baik spot destinasi maupun wisata budaya. Keunikan budaya di ‘Pulau para Dewa’ itu, diyakini Toni, tidak ditemukan di tempat lain.

“Di Kota Kabupaten, dimana modernisasi berkembang, justru masyarakatnya tetap hidup mempertahankan budaya dan tradisi mereka. Warga juga masih mempertahankan rumah-rumah mereka secara tradisional,” jelas Toni.

Namun fakta yang ada saat ini, penerbangan menuju pulau Sumba masih sangat terbatas. Maskapai seperti Garuda mulai menghentikan penerbangannya menuju Sumba sejak Mei 2019 lalu. Hal itu, dikatakan Toni, dirasakan jadi kendala untuk mendatangkan wisatawan ke Sumba Barat.

“Kami berharap, maskapai, khususnya Garuda kembali membuka penerbangan dengan rute Sumba. Ini yang jadi kendala dan kami rasakan mulai ada penurunan jumlah wisatawan,” ujar Toni demikian.

Toni menganggap, anjloknya wisatawan ke Sumba menjadi persoalan yang sangat krusial. Sebelumnya, maskapai Garuda rute Sumba memiliki flight tiga kali sehari.

Sementara, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali ikut mendorong maskapai tanah air agar membuka penerbangan menuju Sumba. Ketua ASITA Bali Ketut Ardana mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus DPP ASITA dan meminta kepada Kementerian Pariwisata untuk mengambil langkah, terkait kendala tidak adanya penerbangan menuju Sumba.

Dengan keikutsertaan Kabupaten Sumba Barat sebagai Co-Host di event BBTF tahun mendatang, Ardana mentargetkan ada penambahan 10 persen nilai transaksi.

“Kami tidak mau muluk-muluk, peningkatannya sekitar itu. Dengan Sumba menjadi co-host ini menjadi promosi menarik. Bagi market Eropa, itu menjadi sangat menarik sekali,” tambah Ketut Ardana. (Way)