Kabupaten Gianyar Akhirnya Terima Jadi Tuan Rumah Porprov Bali XIII

    


Pengukuhan Panitia Induk Porprov Bali XIII 2017 di Balai Budaya Gianyar - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kabupaten Gianyar akhirnya terpilih menjadi tuan rumah tunggal pelaksanaan Porprov Bali ke-13. Meski sebelumnya muncul keraguan dari banyak pihak, namun akhirnya peluang menjamu atlet dari luar Kabupaten Seni itu dapat terealisasi.

“Awalnya memang muncul keraguan terkait kesiapan anggaran, infrastruktur, sarana prasarana olahraga, sistem dan sumber daya manusia serta dukungan masyarakat,” jelas Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Senin, 14 November 2016.

Mahayastra menambahkan, berkat kerja keras semua pihak, Kabupaten Gianyar menyatakan siap lahir dan bathin menjadi tuan rumah tunggal Porprov Bali ke-13 tahun 2017 mendatang. “Kepercayaan ini jadi tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada Kabupaten Gianyar sebagai tuan rumah tunggal dalam mencapai kejayaan olahraga di Provinsi Bali,” tambah Mahayastra.

Sementara, Ketua Umum KONI Provinsi Bali, I Ketut Suwandi menyatakan, pencapaian prestasi Bali di PON Bandung beberapa waktu lalu, dapat dijadikan support untuk membentuk kader baru atlit dari Bali.

Dengan anggaran yang cukup kecil, Provinsi Bali dapat meraih posisi 6 besar di PON Bandung. Menurut Suwandi, dengan infrastruktur yang sangat terbatas diharapkan Bali tetap dapat melahirkan atlet-atlet lokal berprestasi.

“Diharapkan Porprov ke-13 nanti kita mendapat atlet-atlet yang mempunyai prestasi, kita buktikan kepada nasional bahwa Bali gudangnya Atlet berprestasi,” jelas Suwandi.

Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta yang juga hadir pada Pengukuhan Panitia Induk Porprov Bali Ke-13 mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali punya komitmen untuk mewujudkan infrastruktur olahraga di Bali. Direncanakan, pembangunan stadion bertaraf Internasional mulai dibangun di tahun 2017 mendatang.

“Sekarang masih dalam proses, semoga di tahun 2017 sudah bisa kita goes to development,” kata Sudikerta.

Sudikerta berharap, event Porprov tidak semata-mata digunakan sebagai sebagai ajang untuk bermewah-mewahan. Tapi digunakan sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas olahraga agar mampu menghasilkan atlet berprestasi di event nasional dan internasional.
 
 
Way