Jutaan Dosis Vaksin Digelontor ke Bali

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Sebelum pariwisata Bali benar-benar akan dibuka mulai akhir Juli 2021, herd immunity ditargetkan telah mencapai 70 persen dari total penduduk Bali sebanyak 4,3 juta jiwa.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan, imunitas kelompok sangat menentukan kenyamanan turis di Bali. Pihaknya mengajak semua pihak untuk mengelola pandemi dengan baik.

“Kita berharap wisatawan domestik itu bisa kita aktifkan dengan prosentase yang lebih tinggi,” kata Gubernur di Tabanan, Sabtu (22/5/2021).

Terhitung hingga 20 Mei 2021, Bali mendapatkan gelontoran dosis vaksin sebanyak 2,3 juta vial. Koster mengatakan, jumlah itu akan ditambah lagi sebanyak 300 ribu dosis vaksin di akhir Mei 2021. Sedangkan Pemprov Bali mentargetkan 6 juta dosis vaksin yang akan diberikan kepada 3.000.000 penduduk Bali.

“Jumlah vaksin yang diterima sekarang per tanggal 20 Mei 2021, 38,3%, kalau ditambah lagi 300 ribu menjadi 41%. Suntik pertama dilakukan terhadap 1,1 juta penduduk Bali, suntik kedua kepada 0,5 juta. Target jumlah yang divaksin 3 juta,” jelas Koster.

Alokasi vaksin untuk Kota Denpasar sebanyak 468.000 dosis, Kabupaten Badung 465.000 dosis, Gianyar 233.000 dosis, buleleng 188.000 dosis, Karangasem 169.000 dosis, Tabanan 143.000 dosis, Jembrana 116.000 dosis, Klungkung 106.000 dosis dan Bangli 82.000 dosis.

Sedangkan, ketuntasan proses vaksinasi di 9 Kabupaten/Kota di Bali, Kabupaten Buleleng dan Karangasem telah rampung 100%, Denpasar 58%, Badung 48%, Jembrana 68%, Tabanan 55%, Gianyar 89%, Bangli 95%, dan Klungkung 88%.

Koster juga mendesak agar Kabupaten Badung dan Kota Denpasar untuk mempercepat proses vaksinasi. Gubernur memberikan alasan, ketuntasan vaksinasi untuk warga harus segera selesai hingga tahap kedua sebelum membuka pariwisata domestik.

“Supaya vaksin yang diberikan ini cepat habis, karena kita akan menerima lagi 300 ribu, usahakan yang sudah didrop ini cepet habis. Saya berharap untuk Kabupaten Badung dan Kota Denpasar agar lebih progresif vaksinasinya berbasis banjar,” jelasnya.

Gubernur mengaku, dirinya memberikan prioritas khusus kepada Kabupaten Badung dan Kota Denpasar untuk vaksinasi. Mengingat, sepanjang perjalanan pandemi covid-19, di dua wilayah itu angka covid-19 paling tinggi. Selain itu, Kabupaten Badung menjadi destinasi utama pariwisata di Bali.

Sementara, Wakil Ketua Umum I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana menanggapi wacana Work from Bali yang saat ini kembali digaungkan oleh pemerintah.

Padahal menurutnya, isu itu telah mencuat akhir tahun 2020. Namun, tidak banyak praktisi yang merespons dengan tindakan nyata. Hasilnya pun, kata Ramia, Work from Bali tidak punya cerita sukses selama masa pandemi yang telah berjalan hampir 1,5 tahun ini.

“Kenapa tidak bergerak, karena tergantung leader masing-masing, dengan program vaksinasi yang sudah digencarkan, harusnya pelaku pariwisata lebih semangat lagi,” kata Made Ramia.

Ia menilai, program ‘bekerja dari Bali’ tidak hanya di wilayah green zone, tapi cakupannya di seluruh wilayah Bali. Tujuan bekerja dari Bali ini semata-mata untuk menggerakkan roda perekonomian Bali di tengah kondisi terhempas pandemi.

“Ini sudah 1,5 tahun pandemi berlangsung, saya kira perlu dimaksimalkan,” terangnya. (Way)

KORANJURI.com di Google News